Tabloid Posmo

Membuka Mata Batin

Waktunya Taubatan Nasuha

Jhon Subiyanto, Spiritualis Sidoarjo 

SEJAK satu bulan lalu sudah saya katakan pada posmo bahwa tragedi di negeri ini masih berlanjut. Dari wangsit yang saya terima dari kasus tsunami di Aceh, gempa di Jogjakarta, dan lumpur panas di Sidoarjo. Khususnya kasus lumpur panas yang menghebohkan kota Sidoarjo dan sekitarnya. Pada suatu malam, satu minggu sebelum tragedi lumpur panas, saya menerima wangsit, di sekitar rumah ini didatangi seekor naga besar dengan mata mencorong seakan ingin menerkam mangsanya, dan perutnya membuncit. Kemudian di areal pohon pisang samping rumah seperti ada anak kecil yang menangis tersedu-sedu dengan air mata yang terus mengalir membanjiri tempat duduknya. Jika saya wadahi sepuluh ember pun belum cukup untuk menampung air mata anak kecil yang sedang menangis itu. Maka saya tafsirkan bahwa di kawasan ini akan datang musibah. Dan benarlah adanya, karena beberapa hari kemudian Sidoarjo dihebohkan munculnya lumpur panas. Sedangkan tentang bencana susulan, saya sudah peringatkan pada semua orang bahwa di Jawa Barat yang akan terkena bencana. Itu karena dari terawang saya, arah bencana itu dari Jawa Timur menuju barat. Ternyata wangsit itu benar bukan? Senin (17/06) kemarin di kota Ciamis, Jawa Barat telah terjadi bencana tsunami dan gempa berkekuatan 6,5 richter yang menewaskan 300 orang lebih dan memporak-porandakan rumah-rumah di sekitar pantai Pangandaran. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa musibah yang menimpa negara Indonesia akan terus berlanjut jika masyarakat Indonesia mulai dari kalangan pejabat tinggi sampai masyarakat kalangan bawah mau melakukan taubatan nasuha secara serentak dan dipandu pemimpinnya.

Juli 21, 2006 - Posted by | Laporan Utama

12 Komentar »

  1. gendeng….??? bertobatlah!

    Komentar oleh m.zainal alim | Juni 14, 2007 | Balas

  2. bertobat ada;lah kunci

    Komentar oleh akhmad asikin | Desember 1, 2007 | Balas

  3. bertaubat dan meninggalkan kejelekan karena Alloh adalah segala kunci kebaikan.Kuatkan tauhid kita kepadaNya,jangan sekutukan Dia dengan yang lain.bencana terbesar adalah kesyirikan.Akan datang siksa dunia lebih2 siksa akherat yang tidak ada batasnya.

    Komentar oleh wahidin | Mei 24, 2008 | Balas

  4. Mohon Guru Besar paranormal (RICO SANJAYA) BMCA Bekasi disuruh tobat dan diungkap faktanya, karena dia penipu, pembohong. Dia punya hobi dugem dan main janda. Sekarang dia punya selingkuhan dua janda anak 3 dan anak 1.

    Komentar oleh Nieza E Sahara | Maret 28, 2009 | Balas

    • He he..bu pita, jika ibu dipecat oleh manajemen bmca dan disetujui oleh pak haji rico sanmaya, sebaiknya ibu koreksi diri. Saya tdk mau mengungkap keburukanorang di internet. Fitnah tdk menyelesaikan masalah. Kami bukan orang bodoh, ibu menulis di sini pakai komputer kantor yg sdh terpasang keyboard hacker, jadi setiap satu ketikan juga kelihatan, termasuk chatting yg tidak senonoh …..dg…….itu bu

      Komentar oleh jakimi | November 7, 2013 | Balas

  5. Isaroh tersebut benar adanya. Dan udah banyak kaum spiritualis yang menyarankan untuk itu. Dan Pemerintah pun cq Menag Maftub Basyuni telah memprakarsainya pada 3 Maret 2007. Sayang tak membumi dan hanya dilakukan oleh sebagian umat Islam saja. Seharusnya namanya nasuha dan nasional ya seluruh komponen bangsa apapun suku dan agamanya.
    Kita sudah khianat terhadap founding fathers yang mengamantkan pada pasal 37 bab XXXVI UUD 1945 tentang “PERUBAHAN”. Namun atas kepiawaian Poros Tengah yang kebetulan Mang Amin sebagai Ketua MPR 1999 – 2004 via Panitya Ad Hock telah berhasil merestorasi besar – besaran UUD 1945 dimana hanya 25 (12.5%) ketentuan lama yang dilestarikan sedangkan permakannya sebanyak 194 (87.5%). Nah itu fakta akibatnya “Negara Kesatuan” telah dirubah esensinya menjadi “NEGARA FEDERALISME” dan PANCASILA telah diredusir dengan esensi “PIAGAM JAKARTA”. Jatidiri bangsa telah disulap dengan budaya individualistik. Musyawarah mufakat diganti dengan debat, perwakilan unsur bangsa diganti dengan elit parpol saja. MPR sebagai lembaganya pemilik sah kedaulatan dibonsailan bukan sebagai lembaga tertinggi kecuali hanya setara dengan Komnas HAM ! Sedih mak bangsa ini. Cara sistem ketata negaraan yang amat religius, efisien dan efektip telah diganti dengan proyek kemadlaratan; menghambur – hamburkan uang, proyek disintegrasi bangsa dan jauh dari Cahaya Kemaha Hadiran Tuhan Seru Sekalian Alam.

    Maka bangsa kita menjadi bangsa babu, bangsa kuli – kulinya bangsa – bangsa dan sebentar lagi akan menjadi bangsa ……. ? Dengan dideklarasikannya MEGAPRO di Bantar Gebang!
    Maka di alam kali yuga, zaman besi, zaman kegelapan ini dikuatkan pula oleh simbul jumlah parpolok & nasional = 44
    mangga pun pirsani Q : S : Surat ke 44, Ad – Dhukaan artinya “KABUT”.

    Nah maka seruan bertobat tersebut sangatlah tepat dan sebelum PILPRES seyogyanya itu direaktualisasikan dan dilakukan oleh seluruh anak bangsa dan bila tetap memuja ego dan kesombongan bisa jadi “GORO _ GORO SUNDHUNG RIWUT” yang diramalkan Mas Permadi SH makin mendekati kenyataan.

    Udah deh koko nglantur !
    Nyuwun agunging pangaksama kanthi sesanti “SURA DIRO JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI”.

    Sungkem kawula
    Pun Jebeng

    Komentar oleh jebeng ariasukma pancanagara | Juni 24, 2009 | Balas

  6. jodoh, mati dan rejeki tu di tangan ALLAH YME begitu juga pak harto presiden orba klau sudah lengser ya karena kehendakNYA bukan karena semar atau yang lain…

    Komentar oleh budi | Juli 2, 2009 | Balas

  7. SEMUA BENCANA BER AWAL DARI MANUSIA NYA, SAYA MENGUTIP KATA – KATA ABAH AHMADIE AFKAR GURU BESAR IKATEJI BANJAR NEGARA , ILMU ADALAH TITIAN GURU TEMPAT BERTANYA ALAM TEMPAT MENGACA, BERKACA LAH PADA ALAM ALAM KITA RUSAK BERARTI SEBAGIAN BESAR PENDUDUK DAN PEJABAT NYA JUGA RUSAK YANG ADA DI PIKIRAN MEREKA HANYA MATERI BAGAI MANA MEMPERKAYA DIRI, KITA SUDAH BANYAK DI TINGGAL KAN OLEH ULAMA YANG BENAR – BENAR UMAROH , SUDAH TIDAK ADANYA LAGI PENDIDIKAN MORAL PANCASILA DI SEKOLAH DASAR,PENDIDIKAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA JUGA SUDAH DI TINGGALKAN, PENDIDIKAN MORAL DAN PENDIDIKAN NASIONALISME SUDAH TIDAK ADA,BANGSA BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PARA PENDAHULU NYA

    Komentar oleh rahman | Juni 11, 2010 | Balas

  8. rasah sok taw…………!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh ARNOLD | November 12, 2010 | Balas

  9. saya setuju sekaleee….. pada artikel diatas, cuma yang menjadi pertanyaan adakah pemimpin kita yang mau menuntun rakyatnya kembali di jalan yang sesuai dg tuntunan agama….? bahkan jabatan pemimpin merupakan tujuan hidupnya dalam menoreh sejarah bagi anak cucu.semestinya harta dan jabatan sebagai sarana hidup,sedang tujuan hidup bagaimana kita kembali besok menghadap sang khalik. tak heran dewasa ini banyak kita temui pemimpin yang kurang amanah, permohonan dan doa atas beerbagai bencana di nusantara belum juga dikabulkan, mengapa demikian……..? karna jadi pemimpin atas kemauan dirinya ,bukan kehendak yang allah swt maha pencipta alam semesta.

    Komentar oleh prabu haryang kencana | Maret 29, 2011 | Balas

  10. Dulu saya langganan tabloid ini loh #serruu banyak paranormalnya

    Komentar oleh wiranata kusuma | Agustus 14, 2013 | Balas

  11. Masih ada acara ziarahnya ngga ya ? dulu posmo sering ngadain loh #trus di gembleng loh katanya

    Komentar oleh wiranata kusuma | Agustus 14, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: