Tabloid Posmo

Membuka Mata Batin

Tumbal Darah di Tanah Percaton

Misteri di Balik Budaya Carok Massal di Pamekasan 

Mengerikan! Kota Pamekasan tiba-tiba diguncang tragedi carok massal yang melibatkan sesama warga di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batu Mar-mar. Sedikitnya, 9 orang tewas. Jadilah peristiwa berdarah adat Madura ini menjadi carok terbesar yang pernah terjadi di tanah garam ini. Lalu adakah kekuatan mistis di balik kejadian berdarah ini? Berikut hasil pelacakan posmo di lokasi kejadian perkara.

Tanah PercatonKetika posmo berkunjung ke Desa Bajur Tengah, Kecamatan Batu Mar-mar, suasana tampak mencekam. Warga setempat tak berani keluar rumah untuk melakukan aktivitas, seperti menyiram tembakau di sawah mereka masing-masing. Agaknya mereka merasa lebih aman berdiam di rumah semenjak kejadian carok massal yang menewaskan 9 orang itu. Di pinggir-pinggir jalan dan pelataran rumah warga hanya dipenuhi sejumlah personel polisi yang diperkirakan berjumlah 350 orang. Mereka berjaga-jaga untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.Menurut hasil penelusuran posmo di lapangan, carok massal yang terjadi di Desa Bajur Tengah, pemicunya adalah kuasa hak tanah percaton (tanah kas desa) antara kubu Baidowi, mantan kepala desa (kades) dan kepala desa terpilih (kades), yakni Mursidin. Keduanya disinyalir saling mempertahankan tanah percaton seluas 5,8 hektare, yang kini sudah ditanami tembakau oleh petani pendukung Kades Mursidin. Sehari sebelum kejadian, Mursidin mendengar jika kubu Baidowi hendak menguasai tanah percaton dengan cara membuang tanaman tembakau lama untuk diganti tanaman tembakau baru. Kemudian Mursidin menghubungi Camat Batu Mar-mar, Mohammad Kadir, untuk minta bantuan agar niat kubu Baidowi dibatalkan. Selang beberapa hari kemudian, aparat Muspika Batu Mar-mar menemui Baidowi menyampaikan permintaan Mursidin. Namun Badiowi menolak. Alasannya ia memiliki sertifikat yang sah atas tanah itu, dan ia berhak untuk menggarapnya. Karena kedua kubu yang sama-sama memiliki massa ini sudah berseberangan sejak lama, aparat Muspika dan Polsek Batu Mar-mar mendatangi Baidowi meminta keduanya menahan diri, jangan sampai terjadi konflik. Tapi, sejumlah massa kubu Baidowi tetap menggarap lahan tanah percaton itu dengan mengganti tanaman tembakau lama dengan yang baru. Mursidin yang mendengar tanahnya dikuasai kubu Baidowi kecewa. Ia bersama Hj Nur Azizah, ibu kandungnya dan 50 warganya jalan kaki sejauh 4 km menuju rumah Baidowi untuk menanyakan dengan baik-baik, tanpa ingin menimbulkan konflik. Namun setelah sampai di rumah Baidowi, ternyata rumah yang belum diplester itu kosong tak ada penghuninya.Ketika Mursidin dan warganya kembali, di tengah perjalanan, sekitar 100 meter sebelah selatan rumah Baidowi, puluhan massa kubu Baidowi sudah mengepung dengan memegang senjata khas celurit di tangan. Tiba-tiba massa kubu Baidowi melemparkan sejumlah bondet (bom ikan) ke massa Mursidin. Karuan saja, massa Mursidin semburat menyelamatkan diri. Mursidin yang dikejar puluhan massa Baidowi berusaha melawan. Perkelahian tidak seimbang menyebabkan Mursidin tewas dengan sejumlah luka bacokan diperut dan dada. Begitu juga Hj Nur Azizah terkapar. Keduanya tewas di tanah percaton yang diperebutkan. Sedang mereka yang luka parah melarikan diri dan bersembunyi di rumah warga. Sementara aparat Polres Pamekasan saat mendengar kejadian segara ke lokasi. Namun sudah mendapatkan sejumlah warga di tengah jalan raya dan di sawah tergeletak jadi mayat. Kini Rumah Baidowi yang ditinggal pergi penghuninya sejak pagi dijaga puluhan aparat, termasuk rumah Kades Mursidin. Begitu juga di sudut jalan dan persimpangan jalan aparat bersenjata laras panjang berjaga-jaga. Bupati Pamekasan, Drs Achmad Syafii dan Wakil Bupati Pamekasan, Drs Kadarisman Sastrodiwirjo mengunjungi lokasi kejadian, kemudian menggelar pertemuan dengan Kapolwil dan Kapolres serta jajaran Muspika setempat. Beberapa jam kemudian, setelah jenazah korban diautopsi di lokasi kejadian, siang harinya dikubur di pemakamam umum desa setempat, bahkan ada yang dikubur di depan rumahnya sendiri. Dikatakan, sampai sekarang polisi sudah menahan enam tersangka, di antaranya Baidowi, mantan kepala desa. Desa Bajur TengahDesa Bajur Tengah terletak di atas bukit, sekitar 30 kilometer sebelah utara dari kota Pamekasan. Kebanyakan warga mayoritas sebagai petani. Menurut Sunar (23) salah seorang warga setempat yang sehari-harinya menjadi tukang ojek, di Desa Bajur Tengah memang sering terjadi hal serupa. Sebelum kejadian carok massal, juga pernah terjadi carok antara warga Bajur Tengah dengan warga Bajur Timur. Ironisnya, kejadian itu dipicu oleh persoalan yang sepele, yakni memperebutkan jalan umum yang sering dilalui oleh kedua warga itu. Antara warga yang satu dengan yang lain tidak boleh lewat jalan yang sudah dibatasi oleh keduanya. Dalam kejadian itu mengakibatkan dua orang tewas, dari masing-masing kubu. Lebih lanjut Sunar mengatakan bahwa masyarakat Desa Bajur Tengah memang terkenal keras dan banyak dihuni oleh orang-orang blater (nakal). Wajar kalau mereka lebih senang mengatasi persoalan dengan jalan carok,” ujarnya.Nampaknya carok massal ini menjadi perhatian masyarakat. Di beberapa warung di sepanjang jalan dari Pamekasan hingga ke Batu Mar-mar, terlihat sekelompok orang laki dan perempuan tengah memperbincangkan kejadian itu. Maklum kejadian ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di pamekasan, umumnya di Madura. Carok massal tersebut, agaknya menjadikan warga trauma. Karenanya, setiap keluar rumah, baik laki-laki maupun perempuan, selalu menenteng senjata tajam (celurit). Tujuannya untuk menjaga diri. Petugas kepolisian yang melihat orang-orang berkeliaran membawa celurit pun membiarkan.

Juli 21, 2006 - Posted by | Uncategorized

14 Komentar »

  1. madura kita kenal sebagai pulau garam nanpaknya berubah menjadi pulau garang, setelah terjadinya carok masal di desa bujur batu mar mar pamekasan.namun mungkin atau bahkan kurang pas jika carok tersebut dikatakan adat madura,karena tidak pernah ada data atau polling berapa persenkah orang madura yang hoby carok.

    Komentar oleh rawatib hafifi | Januari 12, 2008 | Balas

  2. siapapun orangnya,pasti takut dan ngeri dengan carok, apalagi carok masal,tak terkecuali orang madura sendiri,karena carok edintik dengan kematian tragis memilukan yang menyisakan dendam berkelanjutan, hal ini tidak mudah dihilangkan dari kehidupan, karena selagi dunia ini belum berakhir akan selalu ada perselisihan,pertengkaran,yang ujungnya sama sama mau menjatuhkan,maka selayaknya ada oknom penengah yang dapat mereda atau bahkan mengendalikan yang tentunya tidak mudah, maka dalam hal ini di tuntut adanya pendekatan pendidikan mural dan agama,karena mungkin penyebabnya adalah minimnya pengetahuan moral bersosial dan beragama,

    Komentar oleh rawatib hafifie | Februari 20, 2008 | Balas

  3. kalo’ warga madura dah main darah gitu, itu berarti ada konflik yg bener2 besar. karna biasanya, orang madura punya rasa kekeluargaan yg tinggi serta solidaritas yg ga’ di ragukan lagi!!

    Komentar oleh anis | Oktober 29, 2008 | Balas

  4. sekarang udah gak jaman nya lagi carok

    Komentar oleh rajacopet | Oktober 14, 2009 | Balas

  5. tindak tegas!aparatharus bertindak tegas ini negara hukum.kalau perlu daerah rawan ini kepala desanya langsung ditunjuk oleh pemerentah,bisa dari ABRI atau apasaja guna untuk memper baiki dan meng infentaris lagi tanah daerah!

    Komentar oleh sakera | Desember 29, 2009 | Balas

  6. kebudayaan(carok) rekayasa rezim belanda masa lalu tuch,,
    org. madura kan asliny santun2 en taat beribadah,,,,

    Komentar oleh Baginda Setty | Januari 11, 2010 | Balas

  7. ! …setuju madura emang kekeluargaannya dan solidaritas tinggi n santun! tapi hanya untuk sesama madura ! tidak dengan lainnya, rusuh di sampit , banjarmasin, tanahabang, tarakan dll kenapa yak?

    Komentar oleh sigemblung | Desember 13, 2010 | Balas

  8. Pning” carok y carok gua enjoy men, dgerin musik hepi”

    Komentar oleh Ohan | September 8, 2011 | Balas

  9. orng madura tuh ya kyak gitu, dimanapun mau menang sendiri BY: WONG TUBAN

    Komentar oleh ronggolawe | Oktober 28, 2011 | Balas

    • ORANG MADURA GC MUNGKIN CARI MASALAH KALAU GAK ADA YANG BUAT MASALAH”””’

      Komentar oleh FAWAID KAMI9L | Januari 4, 2014 | Balas

  10. AJ AJ

    Komentar oleh MAKBUL | Oktober 13, 2012 | Balas

  11. Madura emang px trads .tp orang madura it sopan n santun taat agam . ,org madura sll ad d mana2?
    D myza sigpre

    Komentar oleh Fahri teleng | Februari 15, 2013 | Balas

  12. Org madura tak takut.bini di slingkuhin klu nampak carok.harta klu mau drebut carok.memang sudah adat dr dlu.dr nenek moyangnya.tp tpi kesantunan dan kesopanan.memang org madura jagonya

    Komentar oleh Fajar | Desember 30, 2013 | Balas

  13. Emag org madura.

    Komentar oleh Fajarsamsing | Desember 30, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: