Tabloid Posmo

Membuka Mata Batin

“Carok, Sarkasme Orang Madura”

Ibnu Hajar, Budayawan 

DALAM sejarah orang Madura belum dikenal istilah carok massal. Sebab, carok adalah duel satu lawan satu seperti aksi perang koboi di Las Vegas, dan ada kesepakatan sebelumnya untuk melakukan duel. Bahkan disertai ritual-ritual tertentu sebagai persiapan menjelang carok. Kedua belah pihak pelaku carok, sebelumnya sama-sama mendapat restu dari keluarga masing-masing. Karenanya, sebelum hari H duel maut bersenjata celurit dilakukan, di rumahnya diselenggarakan selamatan, pembekalan, pengajian, dan lainnya. Oleh keluarganya, pelaku carok sudah dipersiapkan dan diikhlaskan untuk terbunuh.“Ketika media massa memberitakan tentang carok massal, saya tidak sepakat dengan istilah itu. Yang terjadi di Desa Bajur Tengah bukanlah dikategorikan carok, tapi tawuran massal, kerena tidak sesuai dengan arti carok sebenarnya. Carok adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain, yang berhubungan dengan harta, tahta, dan wanita. Intinya adalah demi kehormatan,” papar Ibnu Hajar, budayawan Sumenep.Sebenarnya budaya carok yang sudah menjadi ikon bagi orang Madura, sampai detik ini masih belum jelas asal-muasalnya. Berdasarkan legenda rakyat, adalah bermula dari perkelahian antara Pak Sakera dengan dua bersaudara, Markasan dan Manbakri, yang antek-antek Belanda. Senjata Pak Sakera adalah celurit. Karenanya, setiap perkelahian bersenjatakan celurit, untuk gambangnya dinamai carok.“Tapi saya punya asumsi, istilah carok lebih kental dipengaruhi budaya Jawa masa kerajaan Singasari. Di mana waktu itu Ken Arok yang merebut kekuasaan membunuh Akuwuh Singasari, Tunggul Ametung, kemudian ia mengawini istrinya, Ken Dedes. Kendati sebelumnya mendapat kutukan bahwa keturunannya akan saling membunuh sampai tujuh turunan. Istilah carok sendiri hampir sama dengan kata Ken Arok,” ujar Ibnu Hajar.“Bagi saya sebagai orang Madura, tidak bangga dengan budaya carok, tapi ini adalah sebuah kenyataan tentang budaya kita dan budaya carok sangatlah adiluhung. Carok menunjukkan sikap gentlemen orang Madura dalam membela harga dirinya dan memenuhi tanggung jawabnya. Meski ini bukanlah wujud pembenaran dalam sarkasme carok itu sendiri,” imbuh Hajar.Adapun pepatah yang mengatakan, etembeng pote mata lebih bagus pote tolang yang menjadi motivasi untuk melakukan carok, seharusnya tidak dipahami secara eksklusif, karena setiap orang — dimana saja tidak hanya orang Madura — punya pemahaman yang sama untuk membela harga dirinya, kebetulan kita mempunyai budaya carok.Sekali lagi harus diluruskan bahwa tidak ada istilah carok massal, karena carok dilakukan dengan adanya kesepakatan satu lawan satu dan tidak boleh ada yang mengganggu di saat duel, siapa yang mati harus menerima, dan anak-anaknya harus membalasnya sampai tujuh turunan. Senjata CeluritSejarah tentang carok selalu diindentikkan dengan celurit yang sampai saat ini masih menjadi ciri khas orang Madura. Keberadaan celurit punya makna filosofi di mata orang Madura, ini bisa dilihat dari bentuknya yang seperti tanda tanya, itu menunjukkan bahwa orang Madura selalu tidak puas terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Kebiasaan orang Madura ketika membawa celurit selalu diletakkan di pinggang samping kiri, karena menurut orang Madura tradisi seperti itu sebagai upaya pembelaan harga diri laki-laki di Madura, dan sebagai pelengkap karena tulang rusuknya laki-laki kurang satu. Makanya orang Madura menggunakan celurit untuk melengkapi tulang rusuknya yang kurang satu. Celurit untuk membela istri, harta, dan tahta ketika digangu orang lain, dan orang laki-laki Madura belum lengkap tanpa celurit.Keberadaan orang Madura sebagai orang tegalan yang tandus dan gersang, membuat mereka merasa kecil dan rendah hati sebagai orang yang jauh dari pusat kekuasaan Singasari pada waktu itu. Makanya kita sering mendengar sekarang, jika orang Madura akan pergi ke Jawa ia bilang ongke’eh (naik) dan jika pulang ke Madura bilang toronah (turun) ini menujukkan bahwa orang Madura selalu merasa rendah diri.

Juli 21, 2006 - Posted by | Peristiwa

97 Komentar »

  1. saya sangat tidak setuju jika istilah carok dijadikan identitas orang madura. karena hal ini akan menimbulkan persepsi negatif dalam masyarakat, yaitu bahwa orang madura itu adalah orang yang kasar dan beringasan. padahal kan tidak semua orang madura begitu.
    salam dari kacong banyuwangi
    mator sakalang kong!!!!

    Komentar oleh Fajar Teguh Wahyudi | Desember 30, 2006 | Balas

  2. Carok merupakan suatu jiwa dari kesatriaan orang madura untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan seseorang.

    Komentar oleh abang | Juli 1, 2007 | Balas

  3. Sebenarnya saya tahu dan lihat bagaimana orang madura yg ada di seluruh indonesia penjahat dan bodoh aja. Di tanah orang kok mau mentang, sok menguasai, saya sendiri melihat Hampir di seluruh Indonesia ada komuntas Madura, Jujur kurang sopan dan sok pintar, dan merasa sombong,

    Suatu pelajaran bagus buat suku madura supaya tidak mentang2 di Tanah orang mau disamakan di Tanah Madura.

    Saya setuju aja dengan tragedi itu, Bagus dan bermakna buat mereka. walau sedikit kejam… is ok !!

    Sebenarnya Apa sih maunya madura ???…. Mau sok jagoan ya walah….. ngaca dikit man ?? Ini negara Republik…. Jangan semena mena acungkan Clurit di Tanah Orang
    Orang Daya Dilawan .,…. hahahahh ya mampoes loe deh

    Gua sih bukan orang dayak tapi gua demen dengan Istiadat mereka yg ramah dan sopan, Kalo orang madura sih dimana 2 celurit doang di tonjolkan parah deh….

    Clurit di lawan Ma Klewangnya si Dayak wah jauh man !! kagak ada apa2nya

    Gua Salut Sama Orang Dayak …Is Ok
    Gua juga punya temen2 Madura tapi sok semua dahh…!!!

    Utk Pemerintah atau Para Politisi .,…. Jangan sok komentar deh tentang Tragedi Sampit….. Pala loe bisa peyang tuh.!!

    Gua Setuju deh kalo Madura di Usir dari Negara Kalimantan yg damai…..

    Dimana2 Madura bikin Rusuh dan Kekacauan,… Salut Utk Suku Dayak
    Dari pada Memajukan Daerah Madura Mending Dayak di lestarikan ……

    Komentar oleh Ferdiansyah 081328268252 | September 13, 2007 | Balas

    • eh… lu tu cuma anak ingusan yang taunya cuma komentar tapi kagak tau faktanya… kalo emang orang dayak menang… mana ada orang dayak yang merantau ke madura… mereka semua takut nyawanya diambil.. tapi kalo orang madura sampai sekarang masih berani pergi ke kampung dayak… karena jiwa orang madura adalah jiwa kesatria… g kayak loe yang beraninya cuma jadi penonton jarak jauh…

      Komentar oleh sakera | Oktober 5, 2009 | Balas

      • orang dayak mau merantau ke madura tuh buat apa? kurang apa kekayaan alamnya di kalimantan??

        Komentar oleh tambun bungai | Februari 13, 2016

    • PAS ARAPAH A CAROK GHE, MATE KADHE BE’EN CONG CONG

      Komentar oleh carok_boy | Oktober 31, 2009 | Balas

      • ini adalah forum umum anak bangsa, gunakanlah bahasa indonesia jika ini forum khusus untuk kalangan tertentu (suku) silahkan menggunakan bahasa daerah.

        Komentar oleh penuh | November 12, 2009

    • memang ada benarnya juga yang dikatakan ferdiansyah hal serupa juga terjadi di papua ketika orang madura sok sekali menantang orang papua satu lawan satu akhirnya orang madura itu meninggal dalam perkelahian seketika bahkan, ini adalah kritik yang membangun sebenarnya. memang suatu perntanyaan besar kenapa orang dayak kok tidak berseteru dengan orang jawa, bugis, dan padang misalnya padahal banyak juga dari suku tersebut merantau dikalimantan, mungkin karena perilaku dan karakter kalo kita menghargai orang maka orang tersebut akan menghargai kita juga dan sebaliknya jika kita berlaku sok ya tau sendiri akibatnya. tetapi saya tekankan lagi ndak semua orang madura seperti itu saudara saya ada yang menikah dengan orang madura tetapi karakternya lembut bahasanya pun sopan dan berpendidikan jadi masalah kebodohan kotor jangan selalu dituduhkan pada orang madura. dikalangan orang madura pun banyak pula yang berpendidikan bernampilan serta berpikiran modern jadi komentar ferdiansyah ada benarnya tetapi jangan langsung menjudge orang madura seperti itu ndak semuanya bahkan di suku suku lain pun ada juga kekurangan. jadi mari kita ambil positifnya jangan negatifnya dan jangan membuat hal hal yang bersifat provokatif.

      Komentar oleh penuh | November 12, 2009 | Balas

    • maklum ferdi gak pernah sekolah , raja gosip, cuman iseng cari sensasi juga kale .. mas .. 😛

      Komentar oleh puke | Juli 2, 2010 | Balas

  4. Ada yang patut diteladani orang madura sifat survival, kerja keras, hemat, religius dan taat pada apa yang diyakininya.
    Jangan heran kalau di Jakarta atau surabaya, mereka yang kaya dari bisnis besi tua, barang bekas.
    Kalau yang jelek……..semua manusia punya kekurangan.

    Komentar oleh panjul | September 14, 2007 | Balas

  5. Saya ingin bercerita beberapa hal tentang etnis Madura yang saya tau. Seperti yang saya lihat ada sebagian orang mengatakan orang Madura identik dengan kekerasan, bodoh, kasar, gampang tersinggung dan serba terbelakang. padahal faktanya orang madura tidak seperti itu. di berbagai media mereka justru digambarkan sebagai pekerja keras, ulet, tahan bantingan zaman , rajin dan teguh memegang agama Islam.

    Banyak sekali tokoh Madura yang sukses baik di tingkat daerah maupun Nasional seperti Moh Noer(mantan Gubernur jatim), pak Mahfudz(mantan MENHAN-RI dan skg anggota DPR-RI), Fathorrasjid(ketua DPRD jatim), Profesor J. Didik J Rachbini, Banurusman, Roesman Hadi, (mantan KAPOLRI). Ada Hanafi Asnan, Mantan KSAU, M Arifin (KSAL), R. Hartono (mantan KSAD), Arie Sudewo (mantan Ka. Bakin), ada Soedjono dan MA. Rachman (mantan Jaksa Agung), Prof Suroso Imam Djazuli (Guru Besar Unair), KH Nuruddin A Rahman (Wakil Ketua PWNU Jatim dan anggota DPD RI), Prof Rahimmullah (Guru Besar ITS), dll. itu baru sebagian yang saya tau dan yang lain masih sangat banyak.

    Malah dalam suatu rubrik yang saya baca bahwa tokoh nasional asal Madura di pusat juga diyakini hanya bisa disaingi oleh tokoh nasional berdarah Jawa. Bahkan seorang Emha Ainun Nadjib sempat mengungkapkan bahwa manusia Madura merupakan the most favorable people, yang watak dan kepribadiannya patut dipuji dan dikagumi dengan setulus hati. Karena itu tidak heran kalau riset koran tempo sampai pernah menempatkan etnis Madura sebagai etnis ke 5 tersukses di Indonesia. Itu jelas bukti yang tidak bisa dibantah.

    Cuma yang saya sayangkan kurangnya kepedulian masyarakat madura pada pembangunan wilayahnya. Lihat saja sebagian besar mereka yang sukses justru mereka yang berada di perantauan. Malah mereka yang sukses di luar jarang yang kembali untuk membangun wilayahnya. Madura adalah etnis terbanyak ke 3 dengan jumlah diperkirakan 10 – 17,5 juta seluruh Indonesia. Namun yang berada di madura sendiri hanya 3 juta lebih saja. Kemana sisanya? Karena itu jangan heran meski etnis Madura diprediksi salah satu yang tersukses di Indonesia namun daerah mereka sendiri justru salah satu yang tertinggal. Karena itu saya juga berharap etnis Madura agar tidak hanya terus merantau mencari sumber-sumber ekonomi di luar tapi juga tumbuhkan kepedulian terhadap wilayah Madura itu sendiri. Saya yakin jika mereka mau melakukan itu bukan tidak mungkin Madura akan menjadi salah satu daerah termaju mengingat daerah ini mempunyai potensi sumber daya manusia yang brilian dan kekayaan yang melimpah seperti migas dan yang lain. Itu sebagian yang bisa saya ceritakan mengenai etnis Madura. Mohon maaf jika ada yang salah karena kebenaran sejati hanya milik Allah SWT.

    Komentar oleh Lasu | September 30, 2007 | Balas

  6. saya ga setuju

    Komentar oleh abumedia | November 15, 2007 | Balas

  7. kadang orang bisa begitu saja menilai sesuatu tanpa terlebih dulu mau mencoba mengenal lebih jauh dan memang ada satu hal yang tak dapat kita pungkiri di dunia ini bahwasanya segala sesuatu itu mempunyai kelebihan dan kekurangan tak terkecuali madura itu sendiri.Jangan menilai sesuatu itu hanya dari satu sisi saja,jika yang anda ketahui adalah kekurangannya,apakah anda harus memegang hal itu saja sebagai icon madura?mengapa anda tidak mencoba untuk mengenal kelebihan yang madura punya,seperti;jika anda bertandang kerumah-rumah rakyat madura pasti anda akan merasa senang dengan sambutan dan perlakuan mereka yang ramah dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk tamu mereka.

    Komentar oleh N.W Diyah | Januari 19, 2008 | Balas

  8. Sekarang saya tinggal d Madura. Tap saya yakin jika dapat beradaptasi dan berbuat baik kepada setiap orang kitatidak akan melihat yag namanya carok. Percaya deh!!!

    Komentar oleh joeh | Januari 21, 2008 | Balas

  9. Saya ingin “nyentil” omongan orang gak biadap, seperti halnya Komentar Ferdiansyah September 2007 yang lalu di On Line ini! Bung..pantasnya anda berada ditengah-tengah anak TK yang berseteru memperebutkan “kelereng”, karena anda potensial sekali menjadi provokator “cap ajinomoto” yang bisa buat mereka gaduh!
    Bacalah bismillah sebelum menuangkan isi otakmu!

    Komentar oleh Koes | Maret 4, 2008 | Balas

  10. saya sangat setuju dengan pendapat oleh Bung Koes. Saya bukan asli madura namun blasteran jawa-madura yang lahir dan besar di Jember, Mas Ferdiansyah tolong bersikaplah seperti orang dewasa karena saya yakin anda bisa. Tidak semua orang Madura seperti apa yang anda katakan, cobalah renungkan kembali apakah pantas yang sampeyan bilang akan menimbulkan manfaat ? Semoga ALLAH SWT membuka hati nurani anda. Amien

    Komentar oleh radit, sumbersari-jember | Maret 29, 2008 | Balas

  11. yang penting saling hormat menghormati aja
    ga usah jadi provokator deh loe Fer..negara kita baru susah.jgn loe tambah.kita ga perlu orang brengsek seperti anda,mental cemen,bisanya bikin isu,ane orang kalimantan tapi ga suka kekerasan.

    Komentar oleh joe | April 18, 2008 | Balas

  12. ASS.SY AKUI ORNG MDURA ITU BANYK TINGKAH&SERING LUPA DIRI TAPI TIDK SEMUA ORNG MADURA SPERTI ITU HNY SEBGIAN SAJA PADHL YNG BULANG SPERTI IT HNY MENDENGR DARI MULUT KEMULUT SJ TIDAK TAU PERSIS KARAKTER MEREKA.SY JUGA ORANG MADURA TAPI SY TIDAK MAU MUNAFIK,ADA YG HARUS DI CONTOH TENTANG KARAKTER ORANG MADURA YAITU KEBERSAMA’ANYA DAN AGAMISNYA TERMASUK KERAMAHANYA.ORANG MADURA TIDAK AKAN BRINGAS KALO MEREKA TIDAK DI GANGGU.

    FERDIANSHAH EMNG KM ITU PERNAH KELILING INDONESIA APA?SEMBARANG MULUT KM BEKOMENT SPERTI ITU PADA KAMI,EMNGNY KM ADA BUKTI KLO SEMUA ORANG MADURA ITU PENGACAU?KM KALO TIDAK TAU PERSIS KARAKTER KMI MULUT KM JNG KECEPLOSAN SEPERTI ITU.KM TDK PERNAH MENGENYAM PENDIDIKN YAH KOK BICARANY SEPERTI ITU?SY SETUJU DNGN PENDAPAT SAUDARA KOES TP SY LEBIH SETUJU&PANTAS KALO KM ITU BERADA RS J.I.W.A, KNP KM TIDAK BILNG LANGSNG DI HADAPAN ORANG MADURA?BERANINYA cm MENGGONGGONG DI BLOK INI SJ DASAR BEKECOT BE’EN PATEK JERELA. YG BERGEMBIRA ATAS TRAGEDI SAMBAS/SAMPIT ADALAHA S.E.T.A.N………………SEKIAN.WKS…….sumenep-kalianget

    Komentar oleh DENY | Mei 14, 2008 | Balas

  13. sy tidak habis pikir knp di indonesia masih ada orng sperti anda saudara ferdiyanshah. kalo orang indonesia punya sifat seperti anda pasti bangsa ini tidak akan hancur. anda lebih baik berada d kebun binatang saja. terimah kasih

    Komentar oleh SUPRI di sampang | Mei 14, 2008 | Balas

  14. maaf salah ketik maksud saya kalo semua orang punya sifat sperti saudara ferdiansha semua negera AKAN HANCUR.

    Komentar oleh supri di sampang | Mei 14, 2008 | Balas

  15. carok ? sebernernya cuman senjata celurit dipakai oleh orang madura, kejadian yg terjadi sebenarnya cuman TAWURAN massal antar blok lain. carok atau perklahian dg clurit memang dipakai antar orang madura saja. dg satu lawan satu apa bila satu pihak kalah maka persoalan akan dibawa keanak cucu mereka. watak emang keras, tapi kalau sudah kena jitak sekali akan diam. siapa yg kuat memimpin yg kalah jd kaki tangan

    Komentar oleh teguh | Mei 22, 2008 | Balas

  16. Dulu pelaku carok perlu pamitan dan meminta restu dari para kerabat sebelum duel dengan sang lawan. Ada wasit, dan bisa istirahat untuk makan dan minum.

    bila selesai yg sudah. tutup masalah. menang jadi raja kalah j jongos, walau yg kalah pihak terjajah

    Komentar oleh teguh | Mei 22, 2008 | Balas

  17. hey ferdiansyah,emank kamu siapa berani komentar seperi itu,kalo kamu memang berani,saya tantang kamu…tapi kalo dipikir-pikir lagi,kayaknya gak ad gunanya ngeladeni orang seperti ferdiansyah,mana ada banci kayak ferdi nampakin wajah…!!!!memang orang kalo memandang madura selalu jelek,tetapi kalo sudah kenal mereka pasti tidak ingin berpisah dan selalu punya kesan baik dengan orang madura.

    Komentar oleh ilham-kamal | Juni 16, 2008 | Balas

  18. maap ikut nimbrung,,saya sih bukan orang madura/dayak,,saya orang jawa n indonesia tulen..saya berpendapat orang kayak ferdiansyah itu harus di kubur hidup2..hari gini ngomong sok jago,buang kelaut aja,,

    Komentar oleh gue | Juni 18, 2008 | Balas

  19. BUAT YG NAMANYA FERDIANSYAH YANG DULU2 SERING MENJELEKKAN OARNAG MADURA,,,
    SINI CONK..KLO BERANI CAROK DGN SAYA…
    KAPAN DAN DIMANA TERSERAH SAMPEYAN…
    JANGAN LUPA PAMIT SAMA KELUARGANYA..
    TAK KELUARIN ISI PERUTNYA…!!!

    Komentar oleh dieckz | Juni 25, 2008 | Balas

    • orang madura adalah fanatik terhadap islam, tahukah anda dalam hadist rasullullah jika ada saudara seiman saling bunuh maka membunuh dan dibunuh sama sama mendapat siksa neraka…, bersabarlah karena Allah menyertai orang yang sabar.

      Komentar oleh penuh | November 12, 2009 | Balas

  20. kenapa sih kita masih ngomong soal suku, kayak ada ada yang dikerjakan aja. yang namanya manusia ya pasti ada plus minusnya, kenapa masih berfikir sempit suku A jelek suku B bagus. Kayak itu lho tolong Bung Ferdiyansah mbok belajar berfikir positif. Ingat masih banyak saudara2 kit yang kelaparan tolong mari kita fikirkan

    Komentar oleh sutiarsono | September 17, 2008 | Balas

  21. Ferdiansyah, jaga mulut loe ya .. jangan asal omong .. jangan terprovokasi dengan orang seperti dia .. cuma cari perkara .. mancing di air keruh .. gitu …

    Komentar oleh Randhy | September 20, 2008 | Balas

  22. Tau tu anak…si Ferdi gak ngerti arti budaya….

    Guwe sendiri sangat bangga dengan budaya Indonesia…Carok salah satunya….terlepas dari negatif positif atau kejam dan tidak kejam, budaya kuno apa sih yang tidak kejam? suku dayak dengan Klewang, mereka dulu adalah pemburu kepala manusia, pemburu kepala suku lain sebagai bukti eksistensi dan kehormatan, itu kejam, tapi itu bagian dari Indonesia juga.

    Sebagai bangsa yang memiliki banyak kultur dan kebiasaan, kita musti lebih bijak dalam memandang ini adalah peradaban kuno, yang ini bisa di “modernisasikan”, yang itu enggak….wise dong ah…

    Dulu Ratu Sima memotong tangan anaknya karena mencuri…jangan lihat sekarang, jangan lihat sisi KUHP, tapi lihat itu sebagai suatu peradaban kuno yang patut kita junjung sebagai kekayaan bangsa bahwa keadilan sudah ada dinegri ini sejak ratusan tahun yang lalu.

    Komentar oleh AD WIJAYA | September 24, 2008 | Balas

  23. Yang gw tau orang madura tuh gentleman, tidak pernah terjadi pembunuhan di madura terhadap perempuan atau anak kecil. Buset… “biadab” Ferdiansyah masak anak balita di bantai juga sadis bro…

    Komentar oleh Yudi | Oktober 7, 2008 | Balas

  24. gw rang sunda, tapi istri gw rang madura (manis oi perempuan madura cantik pisan)

    Komentar oleh ujang | Oktober 7, 2008 | Balas

  25. bwat ferdiansyah..
    jangan cuma bacot kau!!braninya komentar cuma lewat ini aj..
    klo brani sini lho,ilang tuw kepala lho.SEBESAR APA NYALI LHO!!

    Komentar oleh sakera | Oktober 12, 2008 | Balas

  26. kita adalah bangsa yang besar, yang bermoral, ngapain kita menghancurkan negara kita sendiri. Kita juga harus menghilangkan rasa Premordialisme kita, ada yang ngomong dikit panas aja udah kebakaran jenggot. Udah, biar aja, yang jelas mari bangun negara kita menjadi negara yang kuat, MACAN ASIA. kita ga usah nantang2 saudara kita sendiri. itu namanya JARKONI, iso ngajari ora iso nglakoni, kerusuhan sampit bermula dari adanya provokator, dan carok pun itu bermula kita kagak bisa nahan emosi n amarah kita, nah hilangkan itu semua. mari kita bangun rasa parsatuan dan kesatuan kita demi tetap tegaknya NKRI. Kalo memang saudara ini semua memang berniat terjun ke dalam dunia yang keras, nah salurkan diri anda melalui wadah yang tepat, ada Olah raga Tarung Derajat yang terkenal paling keras di indonesia, ato anda masuk anggota TNI,keras tapi disiplin bagi pengabdian diri kita kepada negara. nah dari pada bengong ato ribut, lebih bagus baca buku sejarah bangsa kita yang lebih terkenal dari pada romawi bro!!.
    OKay?????….salam Kebangsaan, jayalah negeriku, majulah bangsaku, INDONESIA MACAN ASIA…..

    Komentar oleh KOMANDO | Oktober 29, 2008 | Balas

    • asalamu’alaikum….
      saya cuma mau menambahkan komentar dari saudara2….
      kita ini hidup di indonesia dengan berbagai etnis…
      tp semuanya itu tetap satu dengan naungan indonesia,
      jd untuk apa kita harus membandingkan etnis yang satu dengan yang lainnya????
      semua tu milik kita,,,milik indonesia…
      jd jganlah olok2an untuk masalah itu.
      okey saudara2…

      dan untuk ferdiandyah,,,
      klo km memang orang indonesia sehurusnya tidak boleh sembarangan bilang begitu,,,
      klo ngomong begitu mending jgan jadi orang indonesia aj bro…
      indonesia haram nerima orang2 seperti km…….

      Komentar oleh indra | Desember 14, 2009 | Balas

  27. benar kata komando ktanya qt ga suka ke2rasan ngapain qt ngeladeni omongannya anggap aja itu smua angin….

    kalau qta ngeladeni,brarti bener dong omongan si ferdy,pikir dech baik2………

    hidup yang indah adalah hidup tanpa saling menyakiti….

    oke,bozz

    Komentar oleh robby | November 3, 2008 | Balas

  28. @Ferdiansyah : Bahasanya provokatif bgt, kyknya loe ga cocok jadi warganegara Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

    Yang perlu dikembangkan adalah sfat saling menghargai dan menghormati serta toleransinya. Bangsa kita mempunyai filosofi yang sangat mulia, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya biar berbeda-beda tetapi tetap satu kesatuan.

    MERDEKA~!!!

    Komentar oleh Org_Indonesia | November 8, 2008 | Balas

  29. semua masukan benar..kalo komentar yang nentang n ga trima soal madura silahkan ke sampit, dan yang pro jadikan itu cermin buat kita semua, karna segala keangkuhan & kesombongan hanya milik Tuhan semata dan barang siapa mengambil hak Tuhan maka celaka lah dia seperti di sampit

    Komentar oleh henry | November 11, 2008 | Balas

  30. menanggapi komentar dari ferdiansyah
    jangan menjadi orang munafik!kalo kamu mau tahu watak dan sifat asli orang madura jangan cuma dimulut aja,coba kamu tanya langsung dan bilang seperti yang kamu ketik di situs ini mungkin kepala kamu sudah pecah atau semburat usus kamu
    ngasih komenar itu yang rasional aja atau yang bermutu jangan hanya menyudutkan suatu etnis tertentu yang bikin semua orang madura berang,sayang saya tidak di indonesia sekarang!buat semua yang ngasih komentar agar tidak meniru komentar dai ferdiansyah supaya tidak ada gejolak dari orang2 madura dari paijo….sampang

    Komentar oleh paijo | November 16, 2008 | Balas

  31. ada baiknya saling hormat menghormati🙂 apapun suku nya, kita tetap orang Indonesia. Bagaimana indonesia mau maju ? kalau di dalam tubuhnya saja tidak saling akur satu dengan lain nya. Inget, apapun suku nya kita tetap satu bangsa satu tanah air.

    Komentar oleh norjik | Desember 6, 2008 | Balas

  32. SAYA HANYA MENGOMENTARI MENGENAI KEBUDAYAAN BANGSA INI BERANEKA RAGAM ( POSITIF ) YANG HARUS DI WARISKAN KE GENERASI.
    KITA JUGA HARUS HIDUP RUKUN TANPA TENDENSI / KIBLAT APAPUN , DIMANA MANUSIA ITU HIDUP DENGAN SALING MEMBUTUHKAN. SAYA BANYAK TEMAN MUNGKIN JUMLAHNYA RATUSAN RIBU YANG BERBERBEDA SUKU TAPI RUKUN DAN DAMAI , KARENA KITA MENGANGGAP MEREKA SEMUA SEDARAH DAN SAUDARA ,TANPA MENUNJUKAN KE-AKU-ANNYA ,SEMUA DILANDASI KEKELUARGAAAN,TANPA ADA NIAT / SIFAT YANG MELECEHKAN .SEGALA SESUATU HARUS DIPIKIRKAN TANPA MEMIHAK BERDASARKAN MUSYAWARAH.TAK ADA MUSUH DI DUNIA INI ,KALAU KITA SADAR ARTI HIDUP.BERKEMBANGLAH DALAM SEGALA HAL YANG POSITIF KAWAN ,AJAK DAN LINDUNGI KAUM YANG LEMAH .AJARI TERUS BAGI YANG LEMAH AGAR BISA HIDUP DAMAI ,TENTRAM, BANGGA DIMANAPUN MEREKA BERADA.BERRPIKIR BAIK SANGKA SAJA .KARNA BUKAN AHLI KITA BISA MEMBACA HATI ORANG .INGAT TAK ADA ORANG YANG MAU SAKIT.DAN MANUSIA MERASAKAN SESUATU DENGAN URAT SYARAF ,HATI DAN IMAN. SEKALI LAGI IMAN DAN IMAN, KUATKAN KEMBALI . THX. KENTAL ORG.

    Komentar oleh kental | Desember 17, 2008 | Balas

    • MOHON MAAF , DAN BERI MAAF LAH BAGI MEREKA YANG BELUM TERBUKA HATI DAN PIKIRANNYA , SEBAB MEREKA BELUM MENGETAHUI YANG SEBENARNYA. iSLAM ADALAH AGAMA PERDAMAIAN .jAGA IMAN KITA MASING – MASING . BAWALAH IMAN DIMANAPUN DAN DALAM KEADAAN APA PUN.LINDUNGI KELUARGA DARI HASUTAN IBLIS DAN SEKUTUNYA. jADILAH ORANG YANG BISA DIBANGGAKAN AKHLAK BAIKNYA UNTUK REGENERASI KITA KELAK , & JADILAH ORANG YANG ISTIMEWA YANG BISA DI CONTOH OLEH MASYARAKAT.

      —————————–peace————————–

      Komentar oleh cs | Juli 2, 2010 | Balas

  33. sing pada sabar,sadar lan tawakal….
    indonesiaku satu,jangan terbawa emosi,berpikirlah dengan tenang..jangan memancing masalah dan bikin provokasi.
    wahai saudaraku orang madura,kami hormati budaya saudara.
    wahai saudaraku orang dayak kami segan dengan adat saudara.
    alangkah indahnya indonesia kalo semua sukutak saling bermusuhan.ingat indonesia tuh banyak sekali suku2nya.

    Komentar oleh kliwon | Januari 5, 2009 | Balas

  34. jangan jadi rasialis, tiap orang, tiap kelompok masyarakat ataupun suku, pasti punya kebiasaan masing masing,, jangan men’generalisasi bahwa kelakuan person/ kelompok kecil diartikan sebagai kebiasaan suatu suku.. berfikiarlah secara luas untuk melihat masyarakat indonesia yg ber’bineka.. janganlan peribahasa ‘buruk muka,cermin dibelah’ mjd relefan terhadap diri kita. Saya orang jawa, banyak juga bajingan dan koruptor adalah orang jawa..

    Komentar oleh the ragil | Februari 7, 2009 | Balas

  35. Kita semua sama di mata Tuhan (Allah), yang penting kita bisa saling menghargai dan menghormati setiap manusia yang ada di muka bumi baik dari suku manapun, madura, dayak, bugis, betawi dll, pasti akan tentram, aman. berpikirlah yang realistis hidup ini tidak hanya untuk menunjukkan siapa yang kuat, jaman sudah berubah heee,….!masa depan anak cucu yang jadi prioritas.

    Komentar oleh agung | Maret 26, 2009 | Balas

  36. Hormatilah tuan rumah

    Komentar oleh Jawa | Maret 27, 2009 | Balas

  37. Mungkin kita harus mendefinisikan lagi Sifat Umum dan Sifat Khusus, begitu juga Antara Tradisi ( Kebudayaan yang turun menurun ) dengan Keyakinan atau Prinsip Hidup,
    pertanyaannya apakh Orang-orang madura sifat2 Umumnya adalah Keras?, mudah tersinggung?, dan tidak mau mengalah?…atau itu adalah sudah menjadi sifat2 dasar setiap orang madura?
    Kemudian Tradisi dan Budaya Orang Madura yang sangat sensitif ( semua hal disangkut pautkan dengan Harga Diri ) dan prinsip mereka yang suka menjadikan tanah2 tidak produktif di klaim menjadi milik mereka, apakah hal tersebut adalah Ajaran dan Tradisi yang diajarkan secara Turun Menurun? atau Prinsip Hidup yang salah Arah ( seolah olah semua yang ada dimuka Bumi ini adalah Hak Milik Orang Madura Saja, karena Prinsip mereka yang sangat Populer adalah ” Tanah ini milik Tuhan” )….
    Dan itu semua kembali kepada pengalaman2 Individu kita terhadap orang2 madura, bagaimana kita bergaul dan bagaimana mereka ( Orang Madura ) memandang dan memperlakukan kita sebagai Warga Negara yang memiliki Hak yang sama dan Kewajiban yang sama…( apakah hal tersebut anda Alami??? atau sebaliknya )

    Komentar oleh Muhsinin | April 7, 2009 | Balas

  38. hei ferdiansyah………..kita semua orang madura terutama aku orang bangkalan kec galis…………sngt tdk senang dng ucapan km…………

    kl emang km berani aku tunggu di kota malang kita duel carok…………patek pakerembu’eh…………..

    andik colok i jegeh cong

    Komentar oleh abd rohman | April 10, 2009 | Balas

  39. Ass.Wr.Wb
    di mata Tuhan semua manusia itu sama mau dayak, madura, bugis, cina melayu atau suku apapun, yang membedakannya adalah amal ibadahnya. saya keturuna cina sunda, saya tinggal di kalimantan barat. sebenarnya antara penduduk lama madura dengan warga asli kalimantan juga dengan pendatang yang lainnya akur dan tentram semua saling tolong menolong dan menghargai. cuma dari beberapa kasus yang sering membuat konflik antara suku madura dengan suku lainnya di kalimantan adalah beberapa orang pendatang baru dari madura yang belum mengenal adat istiadat di kalimantan. mereka membuat kerusuhan dan premanisme, salah satu contoh: kasus di kalbar, preman pendatang asal madura menikam kenek bis karena tdk mau membayar ongkos. inikan sebenarnya hanya kesalahan satu orang, tetapi konflik meluas menjadi konflik suku. “gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga”. saya punya beberapa teman orang madura, mereka sangat baik dan saleh, mereka pun pernah mengeluh dengan konflik yang terjadi dikarenakan para pendatang baru dari madura yang membuat onar. jadi intinya kita manusia harus saling menghargai, jika kita pendatang berlakulah santun seperti kata pepatah, “dimana bumi di pijak di situ langit di junjung”.
    wassalammualaikum wr.wb

    Komentar oleh Hermawan | April 15, 2009 | Balas

  40. Bwt cpa z yang menghina sku madura…Awas..!!
    Q g akan beri kesempatan bwt cp z yg menghina madura,,,

    Klo berani carok…
    U ferdi,,patek jehh,,,pokerrembu’en

    Komentar oleh Ulum | April 15, 2009 | Balas

  41. Saya perempuan jawa yang bersuamikan orang madura..orang nya santun, sering menolong orang siapapun dia tolong tidak pandang suku dan agama smua di tolong, taat menjalankan perintah agamanya dan menghormati agama lain. tidak sombong dan selalu merendahkan diri..semua manusia di ciptakan ALLOH dengan segala kelebihan dan kekurangan kita saling mengisi dan menghargai, jangan karena kelakuan orng tertentu, satu suku dipandang sama.memang klo bicara keras karena keadaan lingkungan geografis yg mengkondisikan nya, hidup di kelilingi lautan dan tanah yang tandus.buat ferdi sebelum komentar belajar n kenali dulu tentang MADURA.

    Komentar oleh dewi | April 18, 2009 | Balas

  42. saya setuju dgn sdr. hermawan seharusnya orang madura harus menerapkan semboyan “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”. di dalam masyarakat terutama orang jawa, apabila menemui suatu masalah/kejadian kalau pelakunya orang madura maka orang jawa itu akan berkata “pantas orang madura” ini menjelaskan bahwa “kebanyakan bukan semuanya” orang madura berprilaku kurang sesuai dengan adat prilaku orang jawa yang kalem. ato mungkin orang madura tidak memiliki pendidikan yang bagus karena memang fasilitas disana kurang. saya pernah mendengar seorang pejabat pemerintahan berkata “jangan kau jadikan jembatan suramadu itu, sebelum tingkat pendidikan orang madura kamu perbaiki. kalau tidak kau perbaiki maka jembatan suramadu akan menjadi ponten terpanjang didunia” ini jelas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan orang madura tidak tinggi dan karena tingkat pendidikan yang tidak tinggi ini mereka yang diperantauan tidak memiliki sifat unggah – ungguh, sering melanggar peraturan karena ketidakpahaman mereka dalam hidup berbangsa dan bernegara.

    saya punya banyak teman orang madura. di kampung dan di tempat saya kuliah. bedanya kalau orang madura di kampung mereka bangga disebut orang madura karena dengan identitas itu orang jawa akan takut dengan dia, tapi kalau teman madura ditempat saya kuliah dia malu menyebut dirinya orang madura padahal bapak ato ibu mereka merupakan orang madura asli. so, apa yang salah dengan orang madura. hanya orang madura sendiri yang bisa menilai kelakuannya.

    Komentar oleh adie | April 20, 2009 | Balas

  43. gw ngasih saran ma yang bernama ferdiyansyah, kalau kamu emang pengin aduh otak ama orang madura kamu jangan liat 1 atau dua orang saja dari madura,. buktinya andi octavian latief yang dari madura bisa membawa nama bangsa Indonesia ke kanca Internasional di olimpiade fisika.

    Komentar oleh kacong madura | April 29, 2009 | Balas

  44. banyak orang menilai klo orang madura sok tau, sok pinter san sok segalanya2nya. tapi itu kan emang benar kenyataannya dan itulah apaadanya di dalam faktanya .orang madura bisa dikatakan orang yang mudah naik darah tapi tak smuanya oarang madura begitu…makanya jgan anggap semua orang madura kayaa gituh.

    dan perlu diketaui buat mas ferdiansyah yang ku liat sepintas komentar kamu sepertinya kamu anti bgt ma org ma madura dan begitunya pedasnya comment u di telinga saya dan begitu panas dimata saya bahwa “KAMU TIDAK LEBIH BAIK DARI ORANG MADURA”….
    dan orang seperti loo mending DIMUSEUM kan.

    Komentar oleh LUNIEAS-PAMEKASAN | Mei 14, 2009 | Balas

  45. Dear all,

    Walah2 Tuan2..sudah2, mungkin Tuan ferdiansyah tu pernah kcewa sama org madura..jadi deh dia emosi gitu. Positif thinking ajoo..hoho..
    Trus bisa juga Tuan Ferdy cuma mau liat reaksi (pembuktian) bgaimana org madura menghadapi cemoohannya.. misalnya seperti reaksi Tuan Deny,Supri,dieckz,paijo..yg bilang mau ngecarok n ngluarin isi perut dll..lah..aduhhh..reaksi itu bikin image org madura jd lebih jelek lg.. Sabar donk (kok saya jd ngebayangin Mr Ferdy lg senyum n bilang “haha tuh liat org madura kasarkan..kejamkan..”)
    Yang terpentin Tuan2, mari kita (mulai dari diri sendiri) perbaiki yg tidak baik. Mari belajar bersyukur dan bersabar, jgn mudah berkata2 jahat ya..meski sama org yg jahati kita.

    Salam perdamaian saudara2ku tersayang..:)
    Eh btw bantuin donk, aku cari sejarah lengkap ttg org madura..drtd g dpat2 malah nyasar ke blog pertengkaran hoho..
    Hidup ini indah, n cm bentar..cari surga aj kita..surga dunia..surga akhirat..
    Aku baru aj dapat sejarah lengkap org Bali..hihi nice tau..

    Salam,

    Esa

    Komentar oleh Esa | Mei 23, 2009 | Balas

  46. Iya ni meski ferdi ni jahat sekali ngata2in org madura,tp apa ya dia perlu dikata2in jg?ampe mau dbunuh segala.Sama aja dong kita ama dia.
    Sy madura asli bro.Dikeluarga besar saya tidak ada yg kasar,suka carok,mau bunuh org segala.
    Hayo yg mau bunuh org,malu dong ama budaya madura..

    Komentar oleh Wildan | Juni 7, 2009 | Balas

  47. assalamualaikum wr wb
    tak perlu mengungkit masa lalu sudah cukup penderitaan madura dayak dan melayu, dalam perang itu semuanya adalah korban dan tidak ada yang menang,karena pantang bagi satu saudara tertawa setelah membunuh saudaranya sendiri karena kalaupun ada yang tertwa setelah membunuh saudaranya sendiri adalah khaiwan,setan ataupun iblis, mari kita intropeksi dari sekarang kenapa semua hal ini bisa terjadi dan bertekad tidak ada perang saudara lagi di kemudian hari istighfar saudaraku istighfar… baik dalam islam ,kristen budha, hindu kaharingan haram hukum nya menumpah kan darah saudaranya sendiri …. coba bersikap bijak dalam menelaah peristiwa ini.. saatnya kita bersatu dan berjanjilah wahai pemuda indonesia supaya hal yang terjadi disampit tidak terjadi lagi mulai lah mendekat kan diri pada tuhan/ALLAH menurut agama masing masing dan berjanjilah mulai saat ini kita harus bersatu dan bertekad memajukan bangsa kita dan menjauhi perpecahan..ingat pendahulu kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini hormatilah apa yang mereka perjuangkan…allahu akbar dan merdeka

    Komentar oleh sundanese talk | Juni 19, 2009 | Balas

  48. batur batur jadikeun palajaran ulah aya poe deui nu kos kitu di masa kahareup tong make emosi ulah ka provokasi, pake sopan satun di lembur batur junjung kaluhungan budi jauhkeun diri tina sakabeh nafsu supaya salamet dunia akherat,dimana bumi di pijak langit nu di junjung, inget nanem pare meunang pare nanem jukut meunang meunang jukut, ari manusa mah kumaha weh nanem na ,tong sieun pake elmu pangaweruh kaluhungan budi jauhkeun tina sifat akas deukeutkeun kana kalembutan hate sing ingeut kana parjoangan karuhun urang ulah disia siakeun pangorbanana, tos nuatos mah atos ayeunamah cing urang leumpang kahareup neruskeun lampah babarengan sangkan indonesia jadi bangsa anu maju sareng jauh tina kakerasan, deukeut keun diri kagusti Allah nu maha suci nyuhunkeun di tantayungan tina kajadian anu kitu sing tong terjadi deui amin.

    Komentar oleh sundanese talk | Juni 19, 2009 | Balas

  49. EMm…pada dasarx orang madura it bæk..ramah,,saya sudah b’teman sma orang madura asli 10 tahunan,memang si aku harus ngerti’in dy kalu dy mungkin aja lge bed mud,tpi dg pengertian yg tlus it.dy jdi lebih ngertiin kta.slama 10 tahun it aku bs ngrubah sifatx menjadi lebih baik.ya semua it mah t’gantung kita nyikapinx,,karena aku orang jawa yg slalu di ajarkan untk menjunjung keagungan m0ral..
    biar entar kta msuk surga..
    dan dpat tmpat t’indah dri tuhan..

    Komentar oleh LOVY | Juli 4, 2009 | Balas

  50. Saya melihat hal ini muncul karena secara umum etnis madura masih bodoh

    Sifat arogan dan sok jago sebagai preman tidak saya lihat pada orang madura yg terdidik, tapi muncul dari orang madura jalanan

    sudah menjadi rahasia umum kalau mereka menganggap tanah adalah milik tuhan, jadi mereka boleh pakai semaunya… Dari sini saja sudah terlihat kebodohan masyarakatnya… Belum lagi dilihat dari gaya hidup yang jorok…

    Selain pemahaman prinsip carok juga merupakan pemikiran bodoh… Tarung sampai mati demi harga diri, sungguh pemikiran yang sangat pendek

    Tapi saya rasa lambat laun semakin banyak madura terdidik akan mengubah pandangan hidup orang madura

    Komentar oleh macan | Juli 16, 2009 | Balas

  51. saya kerja di suatu kilang, memang banyak sekali orang indonesia termasuklah madura. bagi saya, setiap suku itu tidak ada bedanya, jawa ka, sambas ka, madura ka. pasti ada yang baik, dan pasti ada yang jahat. orang madura pun begitu juga, jadi jangan kerana nila setitik rosak susu sebelanga. orang madura saya tengok ok saja, biasa saja. malah lebih banyak yang rajin bekerja, ikut arahan atasan. jadi klu kita sesama islam, harus kompak supaya tidak senang dihancurkan musuh2 islam

    Komentar oleh Malaysian | Juli 16, 2009 | Balas

  52. Org madura dimana2 mau merebut tanah org..dagang aja maksa..bersaing yg normal pak madura..jgn kalian mau menang sendiri..kalau mau hebat di tanah madura aja..sempat di tanah org kalian msh jga sok..dijamin mati!!

    Komentar oleh Ferdian | Juli 26, 2009 | Balas

  53. Ada yg lupa pak madura..kejadian sampit itu sangat buat aku senang biar tdk macam2..dayak dilawan..dasar tolol

    Komentar oleh Ferdian | Juli 26, 2009 | Balas

    • untuk mas ferdian..sebenarnya gak perlu berpendapat seperti itu,saya orang dayak asli perlu dibela seperti itu, ga ada suku/manusia yang smpurna, kalo pun ada itu oknum. oknum kaya loe dan kaluarganya harus dimatiin, dicincang, buat makan anjing buduk..

      Komentar oleh putra dayak | September 11, 2009 | Balas

  54. punya msalah ap sieh km sama madura….klo comment tu mikir donk.,…jgn asal nyerocos…

    klo g trima q tnggu …..poetra kalimantan..

    Komentar oleh ozzy | September 8, 2009 | Balas

  55. ferdi skrng loe dmna kalimantAn mana,,,,barat y…

    skrng gw d pontianak nie,..

    Komentar oleh ozzy | September 8, 2009 | Balas

  56. Orang Madura kalo pergi ke kampung Orang cuma bawa 1 nyawa… tapi kalo orang luar kayak ferdi dateng kemadura bawa 1 trilyun nyawa masih kurang..

    Komentar oleh sakera | Oktober 5, 2009 | Balas

  57. POKOKEN ODHI CAROK, SE TA’ GELLEM MAJHU MON A CAROK GHE

    ORENG ASLI MADHURE – PAMEKASAN

    Komentar oleh carok_boy | Oktober 31, 2009 | Balas

  58. saya juga tidak setuju karna saling membunuh adalah perbuatan keji appun alasannya

    Komentar oleh andi | November 3, 2009 | Balas

  59. hmm…apakah kalian tidak mengambil pelajaran dari tragedi sampit,kalian semua mau dayak mau madura atau suku lainya,coba tanya kepada mereka yang mengalami tragedi itu,apakah mereka mau mengalami keadaan dimana mencekam, tanya ke pada dayak apakah mereka mau membunuh saudaranya sendiri,madura,dan tanya kepada madura apakah mereka mau mereka menjadi korban peperangan hanya karena kesalahan segelintir orang dari sukunya yang berbuat sadis, ayolah kawan hilangkan yang namanya kekerasan di bumi pertiwi ini persatuan dan kesatuan harus di junjung tinggi bukan di nodai tu sudahlah semua orang pengen aman tenang damai hilangkanlah budaya carok itu
    atau apapun namanya apapun alasanya, karena ingat keberanian orang gak dapat diukur jangan pernah meremehkan yang minoritas belum tentu yang minoritas itu lemah,tepo saliro harus di junjung tinggi ……..hanya orang2 tolol yang menggunakan kekerasan dalam kehidupanya……..

    Komentar oleh SOENDA | November 6, 2009 | Balas

    • setuju kali kawan.
      ane gak bela madura atau dayak
      karena sikap seseorang itu berbeda2 dan tidak ada sangkut pautnya dengan Suku atau etnis

      Komentar oleh No Revolver | September 15, 2013 | Balas

  60. oy..ente sodara ferdiansyah..punya mulut di jaga ya,,janagn sampai clurit ane,ane masukkan dalam mulut ente dan memotong lidah ente hingga ente gak bisa ngomong lagi….ok bro laen kali mulutnya di jaga ya….,buat sodara-sodara ku sesama rakyat madura,,jangan pernah takut,,jagalah kehormatan kalian,,,lebih baik putih tulang daripada putih mata…..ok bro,,,,

    Komentar oleh Mohammad Jausi | November 7, 2009 | Balas

  61. YANG PALING PENTING JADI MANUSIA TIH JANGAN SUKA SOMBONG, DIMANA ADA KESOMBONGAN ALLAH SANGAT TIDAK SUKA, ALLAH PASTI MURKA PADA ORANG SOMBONG…. ORANG SOMBONG PASTI HANCURRRRR….TIDAK SEKARANG BESOOOK,

    Komentar oleh adimulya | April 10, 2010 | Balas

  62. Saudara saudaraku SEBANGSA dan SETANAH AIR, dari Kota Sabang/Pulau WE disebelah barat sampai Kota Merauke/PAPUA disebelah timur, dari Pulau MIANGAS disebelah utara sampai Pulau SUMBA diselatan,marilah kita TINGGALKAN semua rasa kebanggaan KESUKUAN kita masing-masing, karena KEBANGGAAN bukan untuk DI-SOMBONGKAN.Semua ADAT,BUDAYA adalah kekayaan BANGSA,BANGSA INDONESIA.RUKUN dan RUKUN lah KITA SEMUA, untuk membangun NEGERI TERCINTA KITA….INDONESIA.Umpat dan sumpah serapah akan merugikan kita semua,AYO BANGKIT dan saling MAAF ME-MAAF-KAN,AYO KITA BANGUN NEGERI KITA dengan cucuran keringat dan bila perlu dengan tetesan DARAH KITA.
    BANGKIT SAUDARAKU,BANGKIT.Kita ber BANGSA SATU, ber TANAH AIR SATU, ber BAHASA SATU………I N D O N E S I A

    Komentar oleh Gangsar 4 | Juni 3, 2010 | Balas

  63. untuk semua saudara2ku di indonesia, saya asli orang madura, untuk ferdiansya sebaiknya anda belajar, orang madura dan yang lain sebenarnya sama, kalau kamu mengenal orang madura yang sabar dan alim kamu semua akan berkata lain, kemungkina orang madura di perantauan yang bersifat kasar karena takut di rendahkan sama orang karena mereka orang kampung.
    juga orang madura di perantauan kebanyakan berhasil dan lebih maju dari orang pribumi.keberhasilan mereka karena mereka memang sungguh2 bekerja.begitu juga yang terjadi di sampit ga semuanya di sebabkan karena kekerasan orang madura tapi juga karena kesenjangan sosial.
    jadi kita semua janganlah berburuk sangka pada suku madura.
    semua manusia pada intinya sama, sama punya perasaan.
    kalau ngomong perasaan.. bagaimana dengan orang dayak yang makan manusia, sekeras2nya watak orang madura belum pernah makan manusia

    Komentar oleh zainul | Juli 20, 2010 | Balas

  64. kalau orang madura di katakan orang bodoh saya sebenarnya tersinggung juga, karena orang maduran dari zaman pendirian majapahit samape pendirian republik ini sangat berperan, begiti juga pedirian NU(nahdhatul ulama) yang menjadi organisasi terbesar di indonesia,apakah itu semua di sebabkan karena kebodohan ornag madura??????.dan juga kemajuan di jatim dimana orang madura sangat perperan di dalamnya dan menjadi gubernur di jatim, perlu di ketahui orang madura di jatim tersebar dari surabaya sampe banyuangi dan apakah itu semua dari kebodohan mereka???? dan ulama besar di jatim kebanyakan dari madura.

    Komentar oleh mody | Juli 20, 2010 | Balas

  65. saya kurang setuju…. budaya itu sedikitnya harus di luruskan lagi, sehingga jangan sampai ada korban tentang budaya carok….. oleh karena itu masyarakat madura sering bermasalah di lingkungan apapun, karena doktrin dari nenek moyang dia yang kurang di pahami masyarakat madura sekarang ini yang hanya bisa membuat dirinya merasa kuat dan semena – mena…

    Komentar oleh ady | Juli 22, 2010 | Balas

  66. orang madura???
    waktu kkn saya diterjunkan ke daerah yg mayoritas madura…
    yg saya tau…
    mereka taat beribadah dan TIDAK bodoh..
    tapi dalam musyawarah atau diskusi,
    mereka sulit untuk menerima masukan…
    lebih memaksakan pendapatnya…

    yaaaaaaaahh…
    itu manusiawai..
    karena tiap manusia pasti punya kurang lebihnya…

    Komentar oleh yono | Agustus 16, 2010 | Balas

  67. Di dalam hidup ini, yang paling saya syukuri ada 2 hal. Pertama lahir dari orang tua yg bisa mendidik dan membesarkan saya (kebetulan kedua ortu orang jawa). Kedua adalah saya punya istri yg sangat sholehah, rajin beribadah, hemat, sabar, bahkan lebih sabar dari saya.. dan yang paling penting SANGAT SETIA, kebetulan Istriku orang Madura Asli. Dari pernikahan dengan wanita madura itu lah, akhirnya saya sering berkunjung ke madura (keluarga istri) dan saya juga mengenal lebih deket karakter orang madura. Kelebihan orang madura pada umumnya : Etos kerja mereka luar biasa mulai dari strata rendah sampai tinggi sekalipun dan tidak setengah-setengah, kalau jadi pemulung yah pemulung yg sukses, mulai dari bawa sampai jadi bosnya pemulung, kalau mereka belajar agama, mereka sangat mendalami, kemampuan dan keuletannya di atas rata2, banyak yg akhirnya lebih memilih belajar di pesantren sampai akhirnya jadi ulama, kalau orang madura memilih jalur pendidikan formal, mereka juga nggak main-main. Saya kuliah di ITS dulu temen saya yg orang madura rata-rata nilai kuliahnya di atas rata-rata (Ini Fakta) dan mereka sangat rajin, dan satu lagi Juara Olimpiade Fisika yg baru2 ini mewakili Indonesia berasal dari Madura… Soal baik atau buruknya, semua orang dan semua ras pasti ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk orang madura, sebagian masyarakat madura memang sangat temperamen, dan biasanya mereka memilih jalan kekerasan untuk menyelsaikan masalah, atau orang biasa menyebut Carok!, walaupun pada kenyataannya selama saya bertahun2 mengenal orang madura, sangat jarang bahkan belum pernah melihat langsung kejadian CAROK!

    Komentar oleh BeGeng | Oktober 13, 2010 | Balas

  68. Oh iya ada tambahan serita, dan ini sempet membuat bulu kuduk saya merinding sekaligus bangga. Orang Madura terkenal akan keberaniannya, terlepas dari sisi negatif dalam melampiaskan keberaniannya. Kejadian 6 tahun lalu saat saya kunjungan dinas ke kuala lumpur malaysia. dari teras apartemen kebetulan saya ada di lantai 25, saya mengamati puluhan tenaga kerja yg bekerja membangun gedung tinggi (kira2 50 lantai) sangat tinggi!!, itu pekerja-pekerja yg secara heroik melakukan pekerjaan yg sangat beresiko adalah TKI asal Indonesia, dan menurut cerita kawan kantor saya yg lama tinggal di malaysia, hanya Tukang asal Indonesia saja yg bisa melakukan pekerjaan berbahaya seperti itu. TAHUKAN ANDA, SEBAGIAN BESAR TUKANG – TUKANG YG BERANI MEMANJAT GEDUNG SANGAT TINGGI ITU ADALAH ORANG MADURA. Lalu apa yg membuat bulu kuduk merinding sekaligus bangga ???, Diantara mereka saya lihat ada yg pegang bendera merah putih di ikatkan di pinggang dan sekali2 di lambai-lambaikan

    Komentar oleh BeGeng | Oktober 13, 2010 | Balas

  69. si Ferdy mgkin sdh mati ya…koq gk ada komentar…!!!!

    Komentar oleh rudy sekar | Maret 28, 2011 | Balas

  70. makanya kebanyakan orang madura itu kejam2

    Komentar oleh joko | Agustus 2, 2011 | Balas

    • trima kasih.. atas olokannya mas.
      semoga sampeyan tidak pernah tau rasanya di olok2 itu seperti apa.

      Komentar oleh No Revolver | September 15, 2013 | Balas

  71. sip klo budaya carok emang sprt itu,duel satu lawan satu yg sdah mndpat restu dr keluarga,,,,,tp kbanyakan d rubah oleh orang madura,,,sebab d pengaruhi oleh hukum,,,,!!!!

    Komentar oleh dwi pangga | Agustus 26, 2011 | Balas

  72. Ada orang Madura yang aku kenal dekat memang baik. Sangat agamis, responsif. Tapi, ada tetangga aku yang satu itu mungkin sedikit menggambarkan apa yang selama ini digeneralisasikan orang tentang Madura. karena kaya raya, lupa bahwa semua itu milik Tuhan. Alhamdulillaah, tuhan masih melindungi kami ketika itu, hanya karena ditegur parkir sembarangan dan menghalangi jalan umum, wajah saya jadi bulan-bulanan ditunjuk-tunjuk dan bahkan akhirnya salah satu keluarga saya yang ketika itu terpancing emosi karena ketidakwajaran arogans dan egoisme nya oknum madura tersebut (saya sebut oknum, karena saya yakin tak semua orang madura demikian) pun menjadi sasaran amuk massa. Saya ditonjok mata saya (padahal saya perempuan loh…😦..dan terbukti setelah di cek ke spesialis mata memang sampai terjadi gangguan pelebaran pembuluh darah di mata saya) saudara saya habis dipukuli, ditendang… sungguh pengalaman pertama dan cukup sekali rasanya berani berseteru dengan warga madura . Apa daya, kami hanya berdua. Lebih baik mengalah saja seharusnya, saya fikir. Mungkin memang begitu wataknya. Sungguh Tuhan masih lindungi saya… semoga ancaman dari orang madura itu yang membawa-bawa nyawa tidak menjadi kenyataan. seharusnya kita sebagai makhluk Tuhan menghargai setetes darah pun yang keluar akibat kekerasan dan arogansi. Ternyata saya googling tentang etnis madura, memang ada yang disebut tradisi carok. Bagi saya yang sangat awam, itu cukup mengerikan.
    Pada dasarnya, jika ada suku etnis madura yang baik, mengapa image itu tidak coba dirubah? Agar tak ada lagi korban, apalagi yang saya alami. Kami sekeluargapun akhirnya memutuskan pindah karena begitu tidak nyamannya dan takut jika suatu saat keluarga madura itu nekat membayar preman madura lainnya hanya untuk memuaskan nafsu amarahnya semata… Semoga ini bisa menjadi evaluasi. Tak seharusnya kemarahan dan kekerasan menjadi jalan keluar pembenaran untuk menunjukkan eksistensi.

    Semoga ini bisa menjadi renungan untuk kita semua. Kalau untuk ferdi pun, saya tidak sefaham, karena tak hanya madura, suku apapun, prinsipnya tidak dibenarkan menghakimi dengan kekerasan dan bahkan naudzubillah sampai mengambil nyawa orang lain…

    salam,
    caca

    Komentar oleh caca | November 11, 2011 | Balas

    • semoga anda sekeluarga dapat memaafkan oknum tersebut.
      dan semoga kelak anda dapat hidup rukun dan baik dengan suku madura

      keep peace

      Komentar oleh No Revolver | September 15, 2013 | Balas

  73. zip tu dah

    Komentar oleh Rafly Rizky Executivemuda | Januari 10, 2012 | Balas

  74. ane asli madura,setelah bca komen2 diatas ane jd malu…ternyata madura dikenal arogan,maunya sendiri…nyok tan-taretan madureh mari kita ubah image yg buruk menurut org dluar madura..jgn gampang tersinggung…slogan “daripada putih mata lebih baik putih tulang” jgn pernah dhilangkan…gunakan hanya untuk istri,harta dan tahta saja..krn dlm hadist jg djelaskan yg intinya sperti ini seorang akan mati sahid apabila dy membela istri,harta dan tahta.tp untuk masalah istri jgn lsg maen sabet, tanya dlu digoda ap menggoda…

    klo cma denger omongan kya si ferdy trus lsg kalap kan maluuu gaaan…
    untuk org kalimantan “dayak” jgn tpancing…
    untuk ferdy “belajar yuuuk” biar ngerti…

    Komentar oleh acoung | Oktober 23, 2012 | Balas

    • beh,,, setuju tretan
      gak semuanya madura jahat.
      toh jahat dan baik itu tergantung orangnya.
      tak iye??

      Komentar oleh No Revolver | September 15, 2013 | Balas

  75. saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bpk. Ibnu Hajar di atas mengenai carok..memang kita selaku pemuda madura harus memaknai istilah carok tidak secara ekslusif sehingga akan menimbulkan streotip yg buruk bagi etnis madura.pemahaman carok harus lebih inklusif dan komprehensif sehingga tidak terjadi kesalah pahaman seperti kebanyakan orang bilang..carok merupakan bentuk ekspresi pembelaan diri dari orang madura..pangkalnya pun sama dengan budaya lain yakni tentang kehormatan (harga diri) dan ini tidak bertentangan dengan agama manapun..
    jadi,mari tretan-tretan semua,jangan jadikan “carok” sebagai upaya pembenaran diri dalam melakukan tindakan2 kejahatan (tawuran,pencuria,dsb) karena carok sejatinya lebih mulya dari itu…carok bukti identitas kejantanan dan keberanian orang madura,so…jangan disalah artikan sehingga orang luar tambah takut nantinya…
    salam settong dhere,oreng madureh kabbi sa taretanan….!!

    Komentar oleh A.Gani_agaza | Desember 20, 2012 | Balas

    • walaikumn salam
      salam sittong dere.
      mogeh2 padeh bheres

      Komentar oleh No Revolver | September 15, 2013 | Balas

  76. I’ve been browsing online greater than three hours nowadays, but I never found any fascinating article like yours. It is lovely price enough for me. In my opinion, if all site owners and bloggers made excellent content material as you did, the net might be much more useful than ever before.

    Komentar oleh views increaser | Juli 22, 2013 | Balas

  77. Hello there, You’ve done a fantastic job. I will definitely digg it and personally suggest to my friends. I’m sure they will be benefited
    from this website.

    Komentar oleh conseil en referencement | Agustus 1, 2013 | Balas

  78. Aah..besar omong semua..bukti ajja..,bawa 10000 ribu pasukann darii madura kah,,belum injak kaki di tanah. kalimantan ..pastii hilang. Dah kepala tu, datang aja ga usah omong aja…kkita perluu bukti bukan mulut aja berrkkoar – koarr…, supaya kalian iitu tau dan. Mengerti apa. Ituu adat – istiia adat !!!

    Komentar oleh abe | Oktober 13, 2013 | Balas

  79. madura susah di mengerti dan tak mau di mengerti / geoge . sulit untuk mengerti arti dan tujuannya dalam bertutur sapa karna aku sendiri pernah berdialog dengan orang madura aku tanyak sapi itu nama nya sapeh katanya apalagi yang lain ribet kalau dialog ama arang madura .

    Komentar oleh raden mas ahmad | Januari 26, 2014 | Balas

  80. Setelah dipikir pikir tentang budaya carok madura dan ngayau dayak terbukti ngayau pemenggal kepala orang lebih kejam dari carok, ngayau bahkan tidak untuk berperang saja tetapi juga dulu dayak iban mengayau untik mempersunting wanita, orang tuanya meminta kepala manusia beberapa biji kalau sanggup berarti dianggap bisa menjaga istrinya.
    kesimpulanya ngayau atau pemotong kepala mungkin tradisi paling kejam didunia hehehehehe
    salam saya dari makassar sekarang kerja di borneo

    Komentar oleh Syamsudin | September 27, 2014 | Balas

  81. Saya pernah bertugas sebagai kepala cabang membawahi Kalimantan Barat. Karena saya suka semua jenis olahraga maka teman & sahabat saya disana banyak. Bahkan saya pernah menjadi Ketua Tournament BuluTangkis yang dihadiri pejabat2 disana. Mereka heran karena ternyata saya orang MADURA. Alhmdulilah sampai sekarang sahabat2 saya orang Melayu, Dayak, Bugis masih sering kontak walaupun saya sudah kembali ke Madura. 3 tahun disana, cukup bagi saya untuk memahami mengapa sampai terjadi kerusuhan SAMBAS. Kesimpulannya… semua persoalan itu disebabkan oleh OKNUM. Ketika saya disana, Wakil Walikota Pontianak justru Bapak Paryadi, Wakil Walikota Singkawang Bapak Abdul Mutallib yang semuanya berdarah Madura. Jadi, sebenarnya sudah basi jika kita masih mengungkit2 masalah lama. Tugas kita selanjutnya adalah belomba berkarya untuk Indonesia.”Trims Pontianak… trims Sungai Kapuas…trims Rumah melayu yang pernah aku pakai acara SBT…trims Rumah Betang/Radakng…trims kenang2an dari para sahabat… semoga suatu saat aku bisa bersilaturahmi lagi

    Komentar oleh hidayatimron76 | Maret 12, 2015 | Balas

  82. laagu kita tetap sama indonesia raya:) bersatu kita teguh bercerai kita berantakan

    Komentar oleh fahry sapuyra | November 6, 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: