Tabloid Posmo

Membuka Mata Batin

AMPUN DUH GUSTI …

Bencana terus melanda. Nyaris tak pernah berhenti di Bumi Nusantara. Pulau Jawa dihantam prahara. Giliran, gempa dan gelombang tsunami menyapu sebagian pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jogjakarta. Lagi-lagi, tumbal-tumbal pun bergelimpangan. Berikut laporan posmo.

ASTAGHFIRRULLAHAL ADHIM. Mohon ampun ya Allah. Ampun duh Gusti. Demikian ungkapan para warga yang menjadi korban gempa dan tsunami Laut Selatan, Senin (17/07) sore lalu. Hingga berita ini ditulis, jumlah korban mencapai 300-an lebih tewas, 200-an lebih hilang, dan puluhan lainnya luka-luka.Tampaknya, Nusantara sedang diuji dan dicoba oleh Allah SWT. Sebelumnya, gelombang tsunami telah meluluhlantakkan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Disusul berbagai gempa dan meningkatnya aktivitas gunung berapi di tanah air. Puncaknya, amukan wedhus gembel Gunung Merapi, yang dirangkai dengan gempa tektonik di Jogjakarta dan sekitarnya.Para spiritualis dan ahli geologi pun memprediksi, setelah itu giliran Jawa Timur (khususnya Banyuwangi dan sekitarnya) yang bakal terkena gempa. Ternyata, di wilayah Jawa Timur tidak terjadi gempa. Yang terjadi justru membanjirnya lumpur panas beracun di Porong, Sidoarjo. PT Lapindo yang mengelola pengeboran migas itu mengalami kebocoran hebat. Hingga sebagian wilayah Sidoarjo menjadi lautan lumpur. Belum usai, bencana yang satu sudah disusul dengan bencana yang lain. Di mana pusat terjadinya gempa hingga menimbulkan tsunami? Gempa tektonik berkekuatan 5,5-6,8 skala richter (SR) itu terjadi di selatan Pantai Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Jabar. Tepatnya di posisi 9,46 Lintang Selatan (LS) dan 107,86 Bujur Timur (BT), mengguncang Cilacap, Pangandaran, Kebumen, dan beberapa wilayah di pantai selatan Jateng dan DIJ, serta Jabar.Gempa tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami. Pada saat terjadi gempa, sekitar pukul 15:00 WIB, ombak di Pantai Teluk Penyu langsung membesar. Ketinggian ombak mencapai 2,5 sampai tiga meter. Bahkan, pada saat angin bertiup kencang, ketinggian ombak mencapai tiga meter lebih.Kerusakan paling parah terjadi di Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Ratusan rumah dan bangunan hotel di objek wisata terkenal itu dilaporkan hancur lebur disapu air laut. Warga yang ketakutan berhamburan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Ngungsi ke Gunung SrandilTerdapat fenomena menarik saat terjadi gempa dan gelombang tsunami di Cilacap. Tiba-tiba, di Pantai Teluk Penyu, gelombang air laut nyaris naik ke daratan. Bahkan di Pantai Bunton, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, gelombang air laut sudah naik sampai ke daratan hingga sejauh 200 meter. Hal itu membuat masyarakat di wilayah Desa Bunton dan sekitarnya panik. Mereka lantas beramai-ramai mengungsi ke Gunung Srandil.Bagi orang Jawa pada umumnya, terutama yang aktif di dunia suparatural, Selain pegunungan Selok, Gunung Srandil mempunyai makna dan kedudukan tersendiri. Gunung ini sangat kondang bagi para penganut aliran kepercayaan/kejawen. Bahkan, dikabarkan merupakan tempat penguasa Orde Baru, mantan Presiden HM Soeharto bertapa. Untuk mendapatkan kesaktian, kesuksesan, dan kelancaran rezeki. Nelayan yang tinggal di sekitar Pantai Teluk Penyu pun mengalami kepanikan yang luar biasa. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang langsung berhamburan ke luar rumah. Bahkan, ratusan warga langsung mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.”Ombak setinggi dua meter lebih langsung menghantam pesisir Pantai Cilacap. Saat gempa saya sempat panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Memang, guncangannya begitu kuat,” kata Lily, salah seorang warga yang bekerja di Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Cilacap kepada posmo.Hal itu dibenarkan oleh Rujianto yang bekerja di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Cilacap. “Memang demikianlah Cilacap. Sebelumnya pernah ada yang meramalkan tsunami dan gempa di sini. Kini baru terbukti. Untung saya sudah pulang,” katanya kepada posmo.Menurut Suharjono dari BMG Pusat yang dihubungi semalam, selain di daerah-daerah tersebut, gempa yang diikuti gelombang tinggi juga terjadi di Pantai Sindang Barang Cianjur, sebagian Pantai Selatan Pulau Jawa, dan Pantai Bandar Lampung.Dia menjelaskan, titik pusat gempa terjadi sekitar 620 kilometer dari Kota Bandung dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa itu terjadi di lempengan tektonik Indo Australia-Indo Eurasia. ”Karena di daerah Pangandaran tidak ada sistem pencatat, jadi kira-kira kalau dari Kota Bandung sekitar 620-an kilometer,” katanya.Dikatakan, gempa terjadi karena pertemuan lempeng tektonik antara Indo Australia-Indo Eurasia. ”Karena merupakan pertemuan lempengan, maka terjadilah gempa. Adanya pertemuan lempengan itu pula, gempa tersebut masih merupakan rangkaian dari kejadian-kejadian yang terjadi di DIJ dan sebagian Jateng serta Sumatera,” jelasnya.“Tsunami yang terjadi setelah gempa di Pangandaran mencapai wilayah Australia – Pulau Christmas dan Cocos. Namun tidak ada laporan tentang kerusakan atau korban tewas. Gelombang kecil juga kemungkinan mencapai pantai timur laut Australia,” kata juru bicara Geoscience Australia, kemarin.Badan Manajemen Darurat dan Cuaca Australia itu telah memperingatkan penanganan darurat di pulau-pulau tersebut dan Australia Barat, jelasnya.Gelombang setinggi 60 sentimeter, yang digambarkan ‘sangat kecil’ itu terekam di ukuran gelombang Pulau Christmas dan 10 sentimeter di Pulau Cocos.Pulau Sulawesi juga diguncang gempa. Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/7), sekitar pukul 11:27 Waktu Indonesia Tengah (Wita), diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,8 pada skala Richter. Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Manado, Subardjo, mengatakan pusat gempa tersebut berada di Laut Maluku pada posisi episentrum 0,2 Lintang Selatan (LS) dan 125,2 Bujur Timur (BT).“Kedalaman gempa 64 Kilometer (Km) di Laut Maluku yang berjarak sekitar 180 km arah selatan Manado dan gempa dirasakan di kota tersebut sekitar I-II Modifyled Mercaly Intensity (MMI),” kata Subardjo.Penyebab dari gempa tektonik tersebut akibat adanya pergerakan lempeng Laut Maluku terhadap lempeng Eurasia.Menjawab pertanyaan, dia mengatakan karena hanya sekitar I-II MMI, maka gempa tersebut tidak dirasakan semua warga, bahkan tidak menyebabkan terjadinya tsunami. “Sampai saat ini belum menerima laporan ada gedung yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut,” lanjutnya. TIM POSMO/BS

Juli 21, 2006 - Posted by | Laporan Utama

1 Komentar »

  1. Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Komentar oleh muhammad jamil | Januari 2, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: