<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tabloid Posmo</title>
	<atom:link href="http://posmo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://posmo.wordpress.com</link>
	<description>Membuka Mata Batin</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 08:27:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='posmo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tabloid Posmo</title>
		<link>http://posmo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://posmo.wordpress.com/osd.xml" title="Tabloid Posmo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://posmo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gelar Larung Sesaji hingga Doa Bersama</title>
		<link>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/gelar-larung-sesaji-hingga-doa-bersama/</link>
		<comments>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/gelar-larung-sesaji-hingga-doa-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2006 06:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>posmo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://posmo.wordpress.com/2006/08/10/gelar-larung-sesaji-hingga-doa-bersama/</guid>
		<description><![CDATA[Jalan Spiritual Warga Jawa Tengah Tolak Bencana  Seperti digerakkan kekuatan spiritual, warga Jawa Tengah cancut taliwanda (saling bahu membahu) membuat sejumlah ritual dan tradisi yang hakikatnya memohon keselamatan pada Tuhan Semesta Alam. Berikut hasil rangkuman posmo dari sejumlah ritual tolak bala ini. BENCANA yang datang bertubi-tubi menerpa nusantara sungguh sangat menyedihkan. Berbagai komentar pun datang dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=posmo.wordpress.com&amp;blog=315925&amp;post=35&amp;subd=posmo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><i><span><font size="2"><font face="Courier New">Jalan Spiritual Warga Jawa Tengah Tolak Bencana </font></font></span></i></b><span><font size="2"><font face="Courier New"> </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Seperti digerakkan kekuatan spiritual, warga Jawa Tengah cancut taliwanda (saling bahu membahu) membuat sejumlah ritual dan tradisi yang hakikatnya memohon keselamatan pada Tuhan Semesta Alam. Berikut hasil rangkuman posmo dari sejumlah ritual tolak bala ini.<span id="more-35"></span></font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New"> </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">BENCANA yang datang bertubi-tubi menerpa nusantara sungguh sangat menyedihkan. Berbagai komentar pun datang dari berbagai kalangan. Ada yang mengatakan bahwa bencana datang karena sudah banyak kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, sehingga karma Tuhan datang menghukumnya. Ada juga yang berpendapat bahwa bencana dikarenakan ulah tangan manusia yang tidak pandai menjaga alam. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat karena lunturnya budaya-budaya yang telah lama dilakukan oleh nenek moyang sebagai bentuk tolenrasi bangsa manusia dengan bangsa jin, seperti larung saji. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Untuk itu, jalan yang dapat ditempuh adalah memperbaiki ihwal perbuatan manusia baik itu antarsesama, hubungan dengan Tuhan, alam maupun dengan makhluk halus. Menyadari perlunya hubungan baik antara bangsa manusia dan bangsa jin, kemarin Senin (31/7) malam atau Selasa Kliwon ribuan orang mengikuti upacara Ritual Larung Sesaji Besar di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul. Tak hanya warga setempat yang datang, bahkan ada juga mereka yang dari Bali dan Sumatra.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Upacara ritual Larung Saji Besar itu diselenggarakan oleh Keluarga Besar Sanggar Supranatural Songgo Buwono. Dalam ritual tersebut, dipimpin langsung oleh Lia Hermin Putri sebagai pengasuh Sanggar Supranatural Songgo Buwono. Dalam ritual ini, tujuan utama yang hendak dicapai adalah sebagai usaha menolak balak dan mencegah segala musibah bencana yang sedang terjadi.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New"> </font></font></span><b><span><font size="2"><font face="Courier New">Tiga Pusat Mistis</font></font></span></b><span><font size="2"><font face="Courier New">Ritual Larung Saji Besar baru dimulai pukul 21.00 WIB. Meski demikian, sejak pukul 19.00 WIB para tamu undangan serta anggota keluarga besar Sanggar Supranatural Songgo Buwono sudah berdatangan. Bahkan, Ida Idham Samawi, istri Bupati Bantul juga terlihat dalam acara tersebut. Makna dari Ritual Larung Saji adalah menyelaraskan hubungan baik antara manusia dengan bangsa halus. Karena itu diwujudkan sesajian berupa 21 tumpeng, kambing kendit, merpati putih, angsa putih, bebek putih, ayam putih, dan jajan pasar. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Dari 21 tumpeng itu, setiap 7 tumpeng dilarung ke Gunung Merapi, Lawu, dan Parangkusumo. Ketujuh tumpeng itu adalah Tumpeng Kendit, Tumpeng Agung, Tumpeng Kencana, Tumpeng Slamet, Tumpeng Tulak, Tumpeng Robyong, dan Tumpeng Songgo Buwono. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Selaku sesepuh, Lia Hermin Putri memaparkan, bahwa bumi Ngayogyakarta Hadiningrat didanyangi 3 kekuatan mistis yang bersumber pada tiga dimensi yang tidak bisa ditinggalkan. Yakni, Gunung Merapi, Lawu, dan Pantai Selatan. &#8221;Ketiga kekuatan ini, tidak boleh kita lupakan, &#8221;Kami sebagai orang Jawa tidak bisa meninggalkan tradisi. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat kita bisa dijauhkan dari segala musibah,&#8221; paparnya. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Prosesi ritual Larung Saji Besar itu dimulai dengan pembacaan mantra dan surat Yasin. Kemudia, Ubo rampe dilarung ke tempat yang telah ditentukan. Tepat pukul 00.00 WIB semua sesaji mulai dari jajanan pasar, kembang setaman, tumpeng, ayam, angsa serta burung merpati dibawa ke Puri Cempeti dan selanjutnya dilarung ke pantai selatan. Upacara larung sesaji ini mendapat sambutan ribuan pengunjung Pantai Parangkusumo. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Lain di Yogya, masyarakat Bantul juga menggelar upacara Wiwitan, Wiwitan merupakan tradisi Jawa yang sudah dilakukan sejak nenek moyang. Dulunya, tradisi ini sebagai bentuk manifestasi permohonan keselamatan dan izin kepada Tuhan untuk memulai panen. Tradisi yang kadang disebut pula mboyong Dewi Sri (Sri Mulih) itu diwujudkan dengan sedekah sawah atau membagi-bagikan makanan (nasi wiwit) kepada masyarakat sekitar persawahan.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Mboyong Dewi Sri (padi) dalam tradisi wiwitan ini melambangkan kesuburan. Masyarakat petani meyakini, hasil panen semakin melimpah dan selama proses panen akan sukses serta mendapat perlindungan dari Tuhan.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">&#8220;Tradisi ini merupakan langkah nyata dalam membangkitkan aktivitas budaya tradisi pascagempa. Termasuk tradisi petani yang sudah lama tidak digelar,&#8221; papar Sekretaris Masyarakat Tradisi Bantul (MTB) Noor Janis Lingga Barana.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Upacara wiwitan dimulai dengan tradisi naleni pari (mengikat padi) di empat pojok sawah oleh kaum dusun setempat. Lantas, semua ubo rampe wiwitan berupa nasi liwet, ingkung ayam, sambel gepeng, jajanan pasar, dan aneka macam buah diletakkan di pinggir sawah untuk diadakan doa. Usai didoakan, kemudian dilakukan penyiraman tanaman dengan air kendi dan memetik padi. Padi itulah yang nanti disimpan petani untuk dipilih sebagai bibit untuk masa tanam mendatang. Sedang nasi dan uba rampe wiwitan dibagi-bagikan kepada anak-anak dan nasi yang lain dimakan bersama lewat kenduri wiwitan. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New"> </font></font></span><b><span><font size="2"><font face="Courier New">Tolak Balak</font></font></span></b><span><font size="2"><font face="Courier New">Di Semarang, upacara meminta peerlindungan keselamatan dan dijauhkan dari balak juga digelar di Kelenteng Kwan Sing Bio di Jalan Tanggul Mas Raya 4-10, Kecamatan Semarang Utara. Ritual ini juga bertujuan untuk tolak bala Kota Semarang..</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Upacara diawali dengan pembacaan doa untuk korban tsunami di Pangandaran dan para leluhur agar arwah mereka diterima dan ditempatkan di tempat yang layak. Upacara itu dilakukan di halaman kelenteng. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Dalam pelaksanaan doa, dilakukan pembakaran hio swa oleh para umat kelenteng yang dipandu Biksu Sukarman dari Palembang. Menurutnya, , selain mendoakan arwah korban bencana di Pangandaran, ritual juga bertujuan supaya arwah mereka tidak bergentayangan dan bisa masuk ke alamnya sendiri. Sisi lainnya supaya negara tercinta ini terhindar dari musibah.</font></font></span><span>Ritual yang sama juga dilakukan warga Banyumas dengan mengelar doa bersama di Pendapa Sipanji Pemkab Banyumas, Selasa (1/8) malam. Sembilan kiai dari ponpes besar di Banyumas turut hadis dalam acara tersebut, mereka adalah KH Mohammad Hidayat, KH Syaiful Anwal, dan KH Imam Muhazir, semuanya berasal dari Kecamatan Sokaraja. KH Atabiq Al Husni, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Banyumas KH Mizbahuzur LC dari Sirau Kemranjen, KH Zaenur Rohaman dari Pasirraja, Bantarsoka, KH Achmad Sobri dari Jatilawang, serta KH Abu Hamid dari Beji, Kecamatan Kedungbanteng. Acara inti berupa doa bersama antar umat beragama. Acara yang diprakarsai Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda itu dimulai pukul 21.00 hingga 22.30. Para kiai secara bergantian memimpin doa. Doa diawali dengan membaca Surat Al Fatihah sebanyak tujuh kali yang dipimpin KH Mohammad Hidayah. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/posmo.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/posmo.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/posmo.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/posmo.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=posmo.wordpress.com&amp;blog=315925&amp;post=35&amp;subd=posmo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/gelar-larung-sesaji-hingga-doa-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a81bd0fc7a29d62efd0d81aa64047427?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">posmo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bencana Nusantara Ibarat Membangun Candi Sapta Agra</title>
		<link>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/bencana-nusantara-ibarat-membangun-candi-sapta-agra/</link>
		<comments>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/bencana-nusantara-ibarat-membangun-candi-sapta-agra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2006 06:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>posmo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terawang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://posmo.wordpress.com/2006/08/10/bencana-nusantara-ibarat-membangun-candi-sapta-agra/</guid>
		<description><![CDATA[Nusantara terus diguncang gempa, dari ujung Barat hingga ujung Timur getaran bumi memporak-porandakan tanah kepulauan Indonesia. Seolah telah muntab dari segala kejadiannya, bencana mengerikan ini membuat pemimpin bangsa dan rakyat ini hanya bisa pasrah. Lantas apa sebenarnya yang terjadi?  RANGKAIAN bencana terus terjadi di negeri ini, dari tsunami di Serambi Mekkah, letusan Gunung Talang (Minang), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=posmo.wordpress.com&amp;blog=315925&amp;post=34&amp;subd=posmo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><font size="2"><font face="Courier New">Nusantara terus diguncang gempa, dari ujung Barat hingga ujung Timur getaran bumi memporak-porandakan tanah kepulauan Indonesia. Seolah telah muntab dari segala kejadiannya, bencana mengerikan ini membuat pemimpin bangsa dan rakyat ini hanya bisa pasrah. Lantas apa sebenarnya yang terjadi? <span id="more-34"></span></font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New"> </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">RANGKAIAN bencana terus terjadi di negeri ini, dari tsunami di Serambi Mekkah, letusan Gunung Talang (Minang), gempa Bengkulu dan letusan Gunung Merapi. Justru makin parah karena disusul gempa Yogya yang memporakporandakan kota seni itu. Dengan gempa yang ada, sebagian kota Yogyakarta remuk, demikian juga dengan kawasan Klaten dan Bantul yang menelan korban hingga diatas 7000 jiwa itu.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Setelah Yogyakarta berkecamuk, amarah alam pun kembali bergeser ke arah barat, yakni wilayah Kebumen, Cilacap dan ke wilayah Jawa Barat, yakni Pangandaran. Didaerah ini gempa disertai gelombang pasang (tsunami) pun memporakporandakan daerah pesisir dan meminta tumbal jiwa.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Tak hanya itu, belum ada sepekan, gempa dengan kekuatan 6,2 pada skala richter yang berpusat di Selat Sunda, tepatnya dibawah laut dekat pulai Panaitan, Ujung Kulon, Banten menggoyang ujung Jawa ini, Jakarta pun langsung bergoncang, warga berlarian dalam suasana panik. Kini rembetan gempa di dasar laut seolah terus memburu dan membunuh wong cilik, tengok saja dalam sepekan ada titik baru gempa tersebut mengguncang nusantara ini, diantaranya di Banyuwangi, Bali, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua. Mengapa Nusantara Bergolak?</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Memang secara diskusi ilmiah masalah gempa dan gunung berapi, semua yang terjadi di nusantara ini dianggap wajar dengan adanya letak geografis nusantara yang berada pada pertemuan Lempengan Tektonik Bumi antara Australia dan Asia. Sebagian besar masyarakat kita mengartikan warning atau isyarah alam tersebut sebagai bagian dari ujian Tuhan pada bangsa ini, namun sebagian lagi menganalisanya semua yang terjadi di nusantara ini karena pembesar atau pemimpin bangsa ini yang telah kehilangan &#8216;pusaka&#8217;nya seperti dalam cerita budaya nenek moyang.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New"><span> </span></font></font></span><b><span><font size="2"><font face="Courier New">Candi Sapto Argo</font></font></span></b><span><font size="2"><font face="Courier New">Dalam dunia kultur budaya nenek moyang negeri ini, yang sekarang telah banyak ditinggalkan oleh generasi penerus, terutama pembesar atau punggawa nusantara. Semua terjadi karena lantaran. Bila orang linuwih mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi, maka mereka selalu berkaca pada babad Pandawa yang lagi membangun Candi Sapto Argo. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Konon dalam pembangunannya, bila candi tersebut pagi dibangun, maka malam harinya runtuhlah candi yang telah jadi itu. Demikian juga kalau dibangun pada malam hari, maka pada pagi harinya bangunan tersebut kembali roboh, dan begitu seterusnya dalam membangun sebuah candi Sapto Argo. Sehingga kaum Pandawa disibukkan hanya oleh pembangunan yang selalu jatuh bangun. Namun apa yang menjadi penyebabnya? </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Setelah menelisik ke segala penjuru, maka para linuwih tersebut membuat suatu kesimpulan sebab-sebab jatuhnya pembangunan candi tersebut. Akhirnya dituangkanlah dalam kesepakatan para penasihat-penasihat Raja tersebut, bahwa sang Raja atau Kerajaan Negeri itu telah kehilangan suatu pusaka andalan negeri yang seharusnya dipegang di tangan Sang Raja. Pusaka tersebut adalah Jamus Kalimasada telah lenyap dan hilang dari tangan Sang Raja yang ternyata dicuri oleh Ratu Jin, yang bernama Mustokoweni.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Jadi raja tidak memiliki lagi pusaka andalan untuk memimpin negeri itu. Pusaka Kalimasada merupakan simbolik sakral yang diidentikkan di sini dengan Wahyu Keprabon telah lenyap dari tangan Sang Raja. Dan Dewi Mustokoweni bebas memporak-porandakan pembangunan Candi Sapto Argo.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Sementara sebagian linuwih ibukota banyak mendapatkan isyaroh gaib dan mencocok-cocokkan dengan keadaan di negeri yang bernama nusantara ini. &#8220;Pembangunan negeri ini selalu diguncang bahkan diporak-porandakan dengan musibah dan bencana yang silih berganti. Sementara Mustokoweni, jin wanita perusak itu diidentikkan dengan Nyai Roro Kidul, penguasa Laut Selatan, yang abadi dalam cerita-cerita mitos rakyat kebanyakan di negeri ini, khususnya yang berada di Pulau Jawa dan bersentuhan dengan Laut Selatan.&#8221;jelas Empu Pitrang Susilo pada posmo di Istana Negara.</font></font></span><span>Lantas kapan selesainya bencana ini? Dan kapan Nusantara bisa kembali bangkit membangun negeri impian? &#8220;Dalam telisik kami, kapan selesainya pembangunan Candi Sapto Argo itu, tentunya tergantung pada kembalinya Pusaka atau Wahyu Keprabon itu kepada tangan Sang Raja. Karena dalam cerita tersebut konon adalah Ki Lurah Semar Badranaya, Sang Dewa Sakti yang ngejawantah menjadi rakyat kecil Ki Lurah Semar yang juga mempunyai nama Kiai Sampurno Jati itulah yang bisa mengembalikan Wahyu Keprabon itu kepada Sang Raja. Maka tidaklah berlebihan apabila raja atau presiden terlama nusantara ini, yakni Pak Harto selalu mengkultuskan atau meneladani perilaku tokoh Semar yang legendaris dan penuh mitos tetapi nyata,&#8221; ujarnya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/posmo.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/posmo.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/posmo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/posmo.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=posmo.wordpress.com&amp;blog=315925&amp;post=34&amp;subd=posmo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/bencana-nusantara-ibarat-membangun-candi-sapta-agra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a81bd0fc7a29d62efd0d81aa64047427?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">posmo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halalkan Zina, Dihukumi Sesat</title>
		<link>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/halalkan-zina-dihukumi-sesat/</link>
		<comments>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/halalkan-zina-dihukumi-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2006 06:02:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>posmo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://posmo.wordpress.com/2006/08/10/halalkan-zina-dihukumi-sesat/</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan istighasah Dzikrullah Qotbul Ghaiz yang dipimpin oleh  Bindara Ali Abdurrahman, masih belum banyak diketahui masyarakat. Meski perkumpulan ini sudah didirikan sejak 15 tahun yang lalu, warga baru mengetahui setelah ada dugaan sebagai ajaran sesat. Lalu bagaimana sebenarnya ajaran Bindara Ali. BERAWAL laporan masyarakat yang pernah mendengarkan tausiah Bindara Ali pada pengikutnya, kemudian masyarakat melaporkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=posmo.wordpress.com&amp;blog=315925&amp;post=33&amp;subd=posmo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText"><span><font size="2"><font face="Courier New">Keberadaan istighasah Dzikrullah Qotbul Ghaiz yang dipimpin oleh<span>  </span>Bindara Ali Abdurrahman, masih belum banyak diketahui masyarakat. Meski perkumpulan ini sudah didirikan sejak 15 tahun yang lalu, warga baru mengetahui setelah ada dugaan sebagai ajaran sesat. Lalu bagaimana sebenarnya ajaran Bindara Ali.<span id="more-33"></span></font></font></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span></span></p>
<p><span></span><span><font size="2"><font face="Courier New">BERAWAL laporan masyarakat yang pernah mendengarkan tausiah Bindara Ali pada pengikutnya, kemudian masyarakat melaporkan pada pengasuh Pondok Tanjung bahwa tokoh ini memaparkan bahwa perbuatan zina tidaklah dosa. Dan menurut ilmu haqiqat keberadaan surga dan neraka hanyalah bohong belaka, karena keduanya tidak pernah ada. Dia juga menyebut Allah itu banyak, sebanyak makhluk yang diciptakannya. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Laporan ini kemudian diteruskan oleh para pengasuh pondok ini ke Front Pembela Islam (FPI) yang kemudian diteruskan ke Majelis Ulama Indonesia dan Ormas Nahdlatul Ulama. Setelah Majelis Ulama Indonesia menerima laporan, kemudian ia memanggil beberapa pihak seperti NU, FPI, Laskar Jihad, Kesbang Bangkalan, Polres Bangkalan, Kejaksaan, Muspika Klampis, Kades Bator dan tersangka Bindara Ali untuk melakukan dialog.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Nah, setelah melakukan dialog kantor PC. NU Bangkalan itu, kemudian dalam dialog pihak-pihak yang hadir menanyakan satu-persatu. Seperti persoalan zina yang disebutnya bisa dilakukan dan tidaklah mempunyai tangungan dosa. Dijawab olehnya, &#8220;Dengan pendekatan hakikat, dalam syariat memang zina adalah perbuatan dosa besar, tapi menurut hakikat zina tidaklah dosa karena yang melakukan zina adalah tubuh kasar kita yakni badan, sedangkan ruh atau jiwa kita tetap satu yakni Allah, sesuai dengan potongan ayat hairihi wa syarrihi mina Allah (kelakuan baik dan kelakuan buruk, semuanya atas kehendak Allah) dan jika orang melakukan zina menurut hakikat itu memang sudah kehendak Allah,&#8221; tuturnya, seperti yang diceritakan kembali oleh Ustad Musawwi pada posmo. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Sedangkan tentang keberadaan Allah yang menurutnya Allah itu banyak sebanyak makhluknya, ia menjelaskan dalam dialog bahwa setiap ruh yang menyatu dengan raga manusia adalah milik Allah dan Allah ada di dalamnya, maka setiap manusia<span>  </span>tentunya mempunyai Allah yakni ruh yang ada dalam diri masing-masing manusia. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Dari dengar pendapat oleh pihak MUI itulah beberapa ulama yang hadir menganggap, apa yang dikatakan oleh Bindara Ali adalah sesat. Hal yang bertentangan justru menurut Ustad Musawwi &#8212; yang sudah keluar waktu itu juga da anggota Dzikrullah Qotbul Ghaiz<span>  </span>karena ada tekanan dari berbagai pihak- apa yang dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak MUI, banyak yang sengaja dibuat-buat untuk memojokkan Bindara. </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New"> </font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Banyak Bertobat</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Kepada posmo, Musawwi mengakui bahwa selama 7 bulan ia ikut istighasah Dzikrullah Qotbul Ghaiz, namun tokoh ini tidak pernah mengajarkan hal-hal jelek dan tidak menyuruh berbuat zina seperti diatas. Apalagi Bindara tidak pernah memberikan doktrin pada pengikutnya, harus mengikuti omongan yang keluar dari mulutnya, termasuk untuk mengikuti kumpulan istighasah tersebut, karena setiap pengikutnya berkehendak atas dirinya sendiri. Ujarnya.</font></font></span><span><font size="2"><font face="Courier New">Selebihnya ia juga menbeberkan bahwa, jika ia harus keluar dari keanggotaan istighasah Dzikrullah Qotbul Ghaiz itu atas tekanan dari berbagai pihak dengan menandatangani surat pernyataan keluar yang disaksikan dan ditandatangani oleh beberapa pihak seperti MUI, PC. NU Bangkalan, FPI, Laskar Jihad, pihak kecamatan Klampis dan perangkat desa. Padahal pria yang beristrikan Saudah itu adalah termasuk tokoh masyarakat di desa nya dan mempunyai banyak lembaga pendidikan. </font></font></span><span>Maka tak ada jalan lain, ia harus mengikuti yang jumhur yakni keputusan dari MUI dan beberapa ulama bahwa ajaran bindara ali adalah sesat. Meski ia tak menyangkal, apa yang dilakukan oleh bindara ali selama ini tidak pernah menyuruh pada pengikutnya untuk berbuat jelek<span>  </span>termasuk pada orang lain. Benarkah? (bersambung).</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/posmo.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/posmo.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/posmo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/posmo.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=posmo.wordpress.com&amp;blog=315925&amp;post=33&amp;subd=posmo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://posmo.wordpress.com/2006/08/10/halalkan-zina-dihukumi-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a81bd0fc7a29d62efd0d81aa64047427?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">posmo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
