Tabloid Posmo

Membuka Mata Batin

Keraton Surakarta Gelar Ritual Bertobat

Di Kompleks Museum Radyapustaka Surakarta, pada Senin malam lalu berbeda dari biasanya. Aura yang melingkupi tempat itu pun terasa kental terpancar. Ini terjadi lantaran ada ritual Indonesia Bertobat yang dilangsungkan di tempat bersejarah tersebut. Apa yang diharapkan dari ritual Indonesia Bertobat ini?

RITUAL Indonesia Bertobat yang digelar di pendapa museum tertua di Indonesia ini, diselenggarakan oleh Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) dengan pengurus Museum Radyapustaka Surakarta, yang dipandegani KRH Darmodipuro. Diadakannya ritual tersebut tiada lain sebagai bentuk gerakan spiritual dalam menyikapi permasalahan bangsa dan beragamnya musibah dan bencana yang kini terus menerus melanda Indonesia. Sesuai agenda,  ritual Indonesia Bertobat yang kali pertama digelar di Solo ini merupakan manifestasi permohonan kepada Tuhan agar bangsa, negara dan masyarakat diberi keselamatan, kedamaian dan kebahagiaan hidup. Kegiatan spiritual tersebut tidak hanya berhenti disini saja, rencananya masih akan berkelanjutan. Dijadwalkan nantinya juga akan digelar pula di Semarang, Bandung, Jakarta dan Bali. Tujuannya pun tetap sama, sebagai gerakan spiritual dan bentuk pertobatan manusia. Meski agak molor dari jadwal, prosesi ritual Indonesia Bertobat tetap  berjalan lancar dan khidmat. Acara baru dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dengan diawali sembahyang agung palabumi (ruwatan bangsa). Ritual ini dipimpin langsung Mbah Hadi -sapaan KRH Darmodipuro-dengan melibatkan sejumlah ulama Keraton Surakarta yang dipimpin KRT Pudjodiningrat. Saat ritual digelar, lokasi ritual seakan bergetar. “Ruwatan bangsa ini dengan tujuan untuk menyingkirkan sukerta yang menyelimuti Indonesia, hingga akhirnya didapat ketenangan dan kedamaian. Mengingat sekarang bangsa ini terus dilanda berbagai musibah dan bencana yang tiada henti-hentinya,” tutur Mbah Hadi dalam ujub-nya sebelum memulai ritual yang disaksikan Sultan Ternate Drs Mudaffar Sjah, BcHk dan Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Surakarta, Dra Febria Rukmi serta tamu undangan lainnya yang berjumlah sekitar tiga ratus orang.  Usai ritual ruwatan, dilanjutkan doa bersama secara bergantian dari para pemuka lintas agama. Yakni Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan Konghuchu. Intinya, masing-masing memohon keselamatan kepada Tuhan agar bangsa ini dihindarkan dari segala bentuk bencana. Sementara sebagai pemuncak ritual ditutup dengan pergelaran wayang cakra gunung yang dilakonkan oleh Ketua DPD GMRI, Sri Eko Sapta Wijaya. Dalam pergelaran wayang ini berisi gambaran tentang kehidupan sekarang yang tengah morat-morit dan semuanya hanya bisa diserahkan kepada kekuasaan Tuhan semata.  Titik NadirKetua Panitia ritual Indonesia Bertobat, HS Sumaryono mengungkapkan, permasalahan bangsa dan beragam bencana yang terus-menerus melanda Indonesia sebenarnya diakibatkan oleh ulah manusia sendiri. Yakni karena ketamakan dan keserakahan yang semuanya berujung pada nafsu mengejar kekuasaan dan kekayaan semata. “Fenomena yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa kondisi kebangsaan, kebudayaan dan kemanusiaan sekarang sudah dalam titik nadir. Akibatnya terjadi dehumanisasi seperti saat ini,” katanya. Menurutnya, beragam musibah dan bencana yang terjadi saat ini mestinya harus disikapi secara arif. Bahwasanya kita sekarang sudah harus angkat tangan dan tindakan selanjutnya kecuali harus bertobat. “Ritual Indonesia Bertobat ini sebenarnya sebagai manifestasi kita sebagai manusia yang sudah tak bisa lagi mengatasi masalah yang dihadapi bangsa ini. Untuk itu, hendaknya permasalahan ini kita serahkan kepada Tuhan, dengan cara bertobat dalam arti yang sesungguhnya,” imbuhnya.Sumaryono menjelaskan, terjadinya serentetan bencana yang belakangan melanda bangsa ini juga diakibatkan karena tak ada lagi keseimbangan antara manusia dengan alamnya. Tak ada keseimbangan itu tiada lain akibat ulah manusia sendiri. “Dengan bertobat inilah kita harus sadar betapa pentingnya menjaga keseimbangan itu. Lebih penting lagi adalah mendekatkan diri dengan Tuhan,” tukasnya. Sementara itu Dewan Penasehat GMRI, Bhiku Damma Subho Thera dari Sangha Theravada Indonesia mengungkapkan bahwa gerakan-gerakan spiritual yang dijalani sekarang ini kenyataannya cenderung melenceng dari prinsip-prinsip spiritual. “Prinsip-prinsip spiritual yang dikembangkan sekarang ini banyak yang sudah melenceng,” katanya ketika memberi sambutan dalam Ritual Indonesia Bertobat. Bhiku Dammo Subho Thera mencontohkan, pada zaman dulu orang-orang besar sebelum melaksanakan misi kemanusiaan selalu didahului dengan diam dan puasa atau keprihatinan sebagai bentuk pengekangan nafsu diri. “Dengan jalan ini hati menjadi terang dan selanjutnya bisa bicara serta bisa menangkap bahasa bisik alam. Tapi sekarang sebaliknya, sebelum menjalankan misi kemanusiaan justru banyak bicara,” paparnya.  Orang-orang spiritual mestinya memegang prinsip tegas dan tindakannya tidak keras. Namun kenyataan sekarang yang terjadi justru berbalikan. Prinsipnya tidak tegas, tapi tindakannya amat keras. Selain itu, yang lebih parah lagi, harga diri kenyataannya dikalahkan dengan harga materi. “Untuk itu menyikapi fenomena ini hendaknya kita harus bertobat dan berdoa kepada Tuhan agar diberikan pencerahan,” tandas Bhiku Subho Thera.

Agustus 10, 2006 - Posted by | Laporan Utama

8 Komentar »

  1. ealah mbah hadi… mbah hadi. kemarin mimpin pertobatan, sekarang keconangan nyolong benda2 peninggalan moyang. kok bisa yaa.. pasti sampeyan semua juga gumun. barangkali mbah hadi mengamalkan “nasihat” ronggowarsito: yen ora edan ora keduman.

    Komentar oleh iqbal aji daryono | November 22, 2007 | Balas

  2. jenenge ae kapok lombok… ilang pedese njaluk maneh

    Komentar oleh andi agus | Oktober 23, 2008 | Balas

  3. ne ngono mbah hadi yo kudu di-ruwat,, ben ra soyo ruwet.
    nyuwun tulung niku pak eko, panjenengan saged mboten ngruwati rojo ruwat sajagad??????

    Komentar oleh timun | Januari 21, 2009 | Balas

  4. Mohon Guru Besar paranormal (RICO SANJAYA) BMCA Bekasi disuruh tobat dan diungkap faktanya, karena dia penipu, pembohong. Dia punya hobi dugem dan main janda. Sekarang dia punya selingkuhan dua janda anak 3 dan anak 1.

    Komentar oleh Nieza E Sahara | Maret 28, 2009 | Balas

  5. ISSUE persaingan bisnis yang tidak sehat tentang selingkuh yang menimpa Guru Besar paranormal (RICO SANJAYA) BMCA Bekasi.
    harap maklum

    Komentar oleh beanatkinson | Juli 31, 2009 | Balas

  6. apik………………

    Komentar oleh galih prastyo | Maret 3, 2011 | Balas

  7. malah kuatir diazab yang maha kuasa…..

    Komentar oleh edan | September 28, 2011 | Balas

  8. jangan2 nanti malah dapat azab…..

    Komentar oleh edan | September 28, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.